Berita Papua, Sentani — Kondisi memprihatinkan terjadi di SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura. Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut dilaporkan rusak parah, bahkan plafon bangunan diduga sengaja dilepas oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).
Peristiwa ini memicu perhatian Komite Sekolah dan menjadi pertanyaan besar mengenai respons Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (6/3/2026), kerusakan terlihat di bagian teras depan sekolah. Plafon berbahan tripleks di ruang kelas 8A hingga 8D dalam kondisi kosong atau hilang. Selain itu, sejumlah pintu dan jendela di beberapa kelas juga dilaporkan tidak ada, semakin menambah daftar panjang kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah Distrik Kemtuk Gresi tersebut.
Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Kemtuk Gresi, Charles Wouw, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyoroti minimnya perhatian terhadap sekolah tersebut sejak kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Sejak mantan Kepala Sekolah, Simon Bame, mengabdi di sini, sekolah seperti ditinggalkan dalam keadaan rusak. Tidak ada gebrakan atau upaya perbaikan yang signifikan,” ujar Charles Wouw kepada awak media.
Kondisi kian miris dengan ketiadaan fasilitas penunjang belajar di ruang kelas 8C dan 8D. Kursi dan meja siswa tidak tersedia, memaksa aktivitas belajar mengajar berlangsung dalam keterbatasan ekstrem. Meski demikian, Charles menegaskan bahwa proses pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Plafon yang dilepas ini sudah lama, sampai sekarang belum ada penggantian. Tidak hanya ruang kelas, guru-guru juga terpaksa memarkir kendaraan di halaman depan kantor karena tidak ada garasi,” tambahnya.
Komite Sekolah menilai, kondisi ini merupakan gambaran nyata dari kelalaian pengelolaan aset pendidikan di tingkat daerah. Oleh karena itu, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya Dinas Pendidikan, untuk memberikan solusi konkret dan tindakan nyata terhadap nasib SMPN 1 Kemtuk Gresi yang berada di Kampung Grimenawa.
“Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura harus segera bergerak. Apa solusi dan tindakan mereka untuk sekolah kami?” tandas Charles Wouw.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura belum memberikan tanggapan resmi terkait kerusakan fasilitas dan minimnya sarana prasarana di SMPN 1 Kemtuk Gresi.
(Yan Mofu)











