BeritaPapua.co, Jayapura — “Sebagai calon kepala kampung nomor urut 04 meminta agar panitia pemilihan kepala kampung yang ada di kampung tegas dan bijak dalam mengambil keputusan dari kejadian kemarin.”
Demikian hal tersebut disampaikan, Ladecker Manfun Wakris (LMW) sebagai calon kepala kampung Yawerma, Supiori Timur, Kabupaten Supiori kepada wartawan beritapapua.co, Selasa (29/11) melalui pesan chat WhatsApp.
Menurut LMW, semua calon kandidat telah sepakat untuk menjaga pendukungnya dan apabila terjadi keributan maka calon akan terkena imbasnya.
“Pada tanggal 20 November 2021 pada saat pencabutan nomor urut, ketua panitia mengatakan seluruh calon kandidat harus menjaga pendukungnya agar tidak terjadi keributan. Apabila terjadi keributan maka imbasnya bisa kena ke kandidat yang mereka dukung,” ungkapnya
Dari kronologis yang disampaikan oleh LMW bahwa pada tanggal 26 November 2021 dilaksanakan acara orasi dari calon kepala kampung.
“Ketika orasi nomor urut 01 melampaui waktu yang ditentukan oleh panitia yakni 30 menit. Lalu dilakukan sesi tanya jawab, salah satu pendukung nomor urut 02 memberikan pertanyaan kepada nomor urut 01. Ketika sesi tanya tanya berlangsung mulai terjadi ketibutan,” ujarnya
Ia juga menambahkan bahwa pendukung nomor urut 02 mengeluarkan kata-kata yang tidak mengenakkan
“Pendukung nomor urut 02 mengeluarkan kata kata yang tidak mengenakkan sehingga membuat calon nomor 03 merasa tidak terima dan keluar dari arena orasi dan ikut serta dalam perkelahian antar pendukung hingga pendukung nomor 02 membawa alat tajam dan berhasil di amankan oleh masyarakat yang lain,” katanya
Ia juga mengatakan bahwa dalam kegiatan orasi tersebut tidak adanya pengamanan karena menurut ketua Panitia Pemilihan, Kampung Yawerma sudah aman dan kepercayaan diberikan kepada masyarakat.
“Tetapi apa yang di harapkan tidak sesuai, malah terjadi keributan. Akhirnya panitia memutuskan untuk mentiadakan sesi tanya jawab dan massa yang berkelahi berhasil dibubarkan,” pungkasnya.
(RT)











