Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi meluncurkan pendaftaran transparansi seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Jayapura tahun 2026.
Kegiatan launching ini berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Jumat (13/3/2026).
Launching tersebut menandai dimulainya proses pendaftaran dan seleksi bagi para pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Jayapura yang ingin mengikuti seleksi calon anggota Paskibraka tahun 2026.
Bupati Jayapura dalam kesempatan itu menegaskan agar proses seleksi dilakukan secara terbuka serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pelajar di Kabupaten Jayapura, termasuk yang berasal dari sekolah-sekolah di luar wilayah Kota Sentani.
Ia berharap panitia tidak hanya merekrut peserta dari sekolah-sekolah yang berada di dalam kota, tetapi juga menjangkau sekolah yang berada di wilayah lain seperti Grime dan Unurumguay.
“Jangan hanya dari sekolah-sekolah yang ada di dalam kota saja. Kita juga punya sekolah di daerah Grime dan Unurumguay. Di sana juga ada beberapa SMA, jadi panitia harus menjangkau mereka agar anak-anak di sana juga punya kesempatan ikut seleksi,” ujarnya.
Menurutnya, panitia seleksi juga perlu turun langsung ke wilayah-wilayah tersebut untuk membuka pendaftaran sehingga para pelajar di daerah pelosok merasa menjadi bagian dari generasi bangsa yang memiliki hak yang sama untuk mengikuti seleksi Paskibraka.
“Supaya anak-anak di sana juga merasa bahwa mereka bagian dari anak-anak bangsa yang punya hak untuk ikut seleksi,” katanya.
Bupati juga berharap seluruh peserta yang mengikuti seleksi dapat menjalani setiap tahapan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan hingga proses penentuan peserta yang lolos seleksi.
Ia juga menginginkan adanya keterwakilan dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura dalam seleksi Paskibraka tahun ini.
“Kalau ada anak-anak dari Yapsi atau dari SMA-SMA lain yang ikut seleksi, tentu kita lihat satu per satu. Ketika mereka lolos, tentu ada kebanggaan ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pelajar Kabupaten Jayapura menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah, terlebih jika mampu lolos hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Jayapura, Abdul Hamid Toffir, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Kesbangpol Kabupaten Jayapura Tahun Anggaran 2026.
proses seleksi Paskibraka akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 17 April 2026 yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Bupati Jayapura, yakni di Aula Kantor Bupati dan Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura.
Selanjutnya, para peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan mulai bulan Mei hingga pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Menurut Abdul Hamid Toffir, peserta seleksi merupakan siswa-siswi SMA dan SMK kelas X dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun yang berasal dari 21 sekolah yang tersebar di Kabupaten Jayapura.
Dalam proses seleksi, panitia melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNI yang menangani seleksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kesamaptaan, Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan, serta tim penilai kepribadian dari Badan Kesbangpol.
Selain itu, seleksi juga dilakukan secara online melalui sistem yang terhubung dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di tingkat pusat.
(Yan Mofu)











