Berita Papua, Sentani — Bupati Jayapura, Yunus Wonda, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XV DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayapura, Rabu (23/4/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KNPI merupakan rumah besar pemuda yang harus menjadi motor perubahan daerah.
“Saya melihat potensi pemuda kita itu nyata. Mereka kreatif, tangguh, dan punya kepedulian besar terhadap tanah ini,” ujar Yunus Wonda di hadapan peserta Musda yang digelar di Sentani.
Bupati mengingatkan bahwa Musda Ke-XV bukan sekadar agenda rutin untuk memilih ketua dan pengurus baru. Menurutnya, forum ini merupakan momentum penting untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan sekaligus mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya.
“Saya harap KNPI Kabupaten Jayapura ke depan makin solid, inklusif, dan mampu menjadi mitra kritis sekaligus strategis pemerintah daerah,” tegasnya.
Yunus Wonda menyebut pemuda sebagai tulang punggung pembangunan bangsa. Ia menekankan peran strategis pemuda di Kabupaten Jayapura dalam empat hal: menjaga keharmonisan sosial, menjadi garda terdepan persatuan dan kesatuan, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan 3 pesan utama kepada seluruh peserta Musda.
Pertama, menjaga persatuan. “Perbedaan organisasi dan latar belakang adalah kekayaan. Jangan biarkan Musda ini memecah belah. Siapapun yang terpilih nanti, rangkul semua elemen pemuda.”
Ke-2, fokus pada karya nyata. Bupati mendorong program-program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, seperti ekonomi kreatif, pertanian muda, digitalisasi kampung, olahraga, hingga pelestarian budaya dan lingkungan Danau Sentani.
Ke-3, menjadi teladan. “Jauhi narkoba, miras, hoaks, dan ujaran kebencian. Jadilah pelopor perdamaian di tengah masyarakat,” pesan Bupati.
Yunus Wonda berharap Musda Ke-XV melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya berorientasi pada konsolidasi internal, tetapi juga program konkret yang sejalan dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2025–2030.
Ia mengimbau seluruh peserta mengikuti proses Musda dengan kedewasaan, sportivitas, dan semangat kebersamaan.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











