Berita Papua, Sentani — Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jayapura mulai membangun database lulusan luar negeri asli orang Papua (OAP) sebagai langkah strategis menghubungkan mereka dengan dunia kerja di daerah. Langkah ini diumumkan dalam kegiatan Career Center Connect di Sentani, Jumat (17/4/2026).
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jayapura, Edward Hasudungan Manik Sihotang, menyatakan bahwa pendataan dilakukan atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memetakan alumni luar negeri yang sudah maupun belum bekerja.
“Bersyukur bisa hadir dan ini menjadi langkah awal. Langkah selanjutnya adalah kita mencoba membangun koordinasi database lulusan luar negeri, apakah sudah bekerja ataupun belum bekerja,” ujar Edward.
Data tersebut, menurut Edward, akan menjadi bahan koordinasi dengan Forum Komunikasi Human Resources Development (HRD) perusahaan di Kabupaten Jayapura. Database akan memudahkan Disnaker menawarkan lulusan luar negeri ke perusahaan sesuai kompetensi mereka.
Ke depan, Disnaker Jayapura juga akan menjajaki program magang khusus bagi alumni luar negeri di perusahaan.
“Kami sudah mulai dari tahun lalu program magang hub khusus Kabupaten Jayapura di perusahaan. Tapi kemarin lebih banyak SMA, SMK. Kita coba lihat akses magang ini dari sisi lulusan luar negeri,” jelas Edward.
Selain program magang daerah, pemerintah pusat juga menyiapkan magang hub setiap tahun melalui platform Siap Kerja Online. Tahun lalu, Disnaker Jayapura telah mengirim 10 peserta magang dari pelatihan perbengkelan.
“Satu orang sudah bekerja di Honda. Yang lainnya memilih membuka usaha di kampung dan kami bantu alat usaha. Sekarang kami awasi lewat kepala kampung karena usaha itu melekat di Koperasi Merah Putih yang ada di kampung,” kata Edward.
Koordinator Career Center Cahaya, Novia Rumbewas, B.Eng., menjelaskan bahwa lembaganya berada di bawah Yayasan Cahaya dan Terang untuk Papua. Yayasan tersebut menaungi Papua Hope Language Institute (PHLI) yang memiliki program Career Center Cahaya.
“Career Center Cahaya merupakan inisiasi di mana PHLI mengirimkan anak-anak orang asli Papua ke luar negeri, khususnya ke Amerika Serikat. Ketika pulang, untuk reintegrasi mereka ke dalam negeri, itulah sebabnya kami mendirikan Career Center Cahaya,” ujar Novia.
Kegiatan Career Center Connect menjadi komitmen lembaga untuk menghubungkan alumni lulusan luar negeri dengan dunia kerja di tanah air, khususnya di Papua. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari reuni akbar alumni OAP lulusan luar negeri dan job fair 2025.
“Tahun ini kami beri nama Career Center Connect dan setiap tahun akan menjadi Career Center Connect,” katanya.
Novia menyebut sekitar 80 alumni hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Rusia, Inggris, dan negara-negara Eropa.
“Kalau PHLI mengirim khusus ke Amerika Serikat, sedangkan Career Center Cahaya merangkul semua alumni dari berbagai negara,” ujarnya Novia yang merupakan alumni dari Jepang.
(Yan Mofu)











