Berita Papua, Sentani — Sanggar Seni Budaya Hinabhu dari Kampung Yobeh, Sentani, memperkenalkan tiga alat tradisional Papua, kerambut, tifa, dan panah jubi dalam kunjungan wisatawan mancanegara pada Rabu (15/4/2026). Pertunjukan ini digelar di tanjung menuju Kampung Yobeh.
Ketua sanggar, Yafet Felle, menjelaskan bahwa kerambut berfungsi sebagai alat komando. Bunyinya digunakan untuk memanggil penari keluar dari rumah sekaligus mengumpulkan warga.
“Pada zaman dahulu, jika kerambut dibunyikan, para penari pasti keluar untuk menari. Mereka datang karena komando dari kerambut,” ujar Yafet.
Kerambut berbentuk seperti perahu kecil dan dibunyikan dengan sebatang kayu bulat sepanjang sekitar dua meter. Berbeda dengan tifa yang hanya mengiringi tarian, kerambut memberi aba-aba. Selain untuk tari-tarian, kerambut juga dipakai dalam rapat adat dan pesta adat. Seorang ondofapi biasanya menggunakan kerambut untuk memanggil warganya berkumpul.
Sementara itu, tifa berfungsi sebagai pengiring tari, sedangkan panah jubi, alat berburu khas Papua ditampilkan dalam tarian berburu dan tarian perang. Para wisatawan asing yang tiba disambut dengan tarian perang.
Usai pertunjukan, wisatawan diberikan cenderamata. Wisatawan laki-laki mendapat kalung miniatur tifa, sementara perempuan menerima ote baki kecil tradisional masyarakat Sentani untuk makan bersama.
Sanggar Seni Budaya Hinabhu berharap melalui pertunjukan ini, kekayaan budaya Danau Sentani terus dikenal dan diwariskan kepada generasi muda serta wisatawan dari berbagai negara.
(Yan Mofu)











