Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memasuki hari kedua penyaluran bantuan sembako bagi warga yang terdampak luapan air Danau Sentani.
Total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 20 ton, menyasar sejumlah kampung di Distrik Sentani Timur dan Sentani Barat, Selasa (14/4/2026).
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, menuturkan bahwa penyaluran dilakukan bersama Bupati Jayapura dengan pembagian wilayah yang terstruktur. Pada hari pertama, sebanyak 10 ton bantuan disalurkan dengan rincian 5 ton untuk Sentani Timur dan 5 ton untuk Sentani Barat.
“Hari ini kami melanjutkan dengan jumlah yang sama, masing-masing 5 ton, sehingga dalam dua hari total bantuan yang tersalurkan mencapai 20 ton,” ujar Yocku di Sentani, Selasa.
Ia menjelaskan, penyaluran hari kedua menyasar Kampung Yakonde, Sosiri, dan Doyolama, serta kampung-kampung lain di kawasan terdampak. Paket bantuan berisi beras, gula, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya, dengan alokasi rata-rata satu ton per kampung.
Yocku menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat di kawasan pesisir Danau Sentani yang rumahnya tergenang luapan air.
“Mungkin yang kami berikan tidak seberapa, namun ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia mengingatkan jajaran aparat kampung, termasuk kepala kampung dan kepala suku (ondofolo), untuk menyalurkan bantuan secara amanah kepada warga yang benar-benar terdampak.
“Saya ingatkan secara khusus kepada seluruh perangkat kampung, jangan main-main dengan bantuan ini. Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami dampak langsung dari luapan air danau,” tegasnya.
Yocku menambahkan, distribusi dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan jumlah penduduk di setiap kampung. Untuk kampung yang memiliki beberapa kepala suku, penyaluran selanjutnya dipercayakan kepada masing-masing kepala suku agar menjangkau warga terdampak secara langsung.
“Di satu kampung bisa terdapat beberapa kepala suku. Mereka yang akan meneruskan distribusi kepada warganya, terutama yang terdampak langsung,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemutakhiran data agar seluruh warga terdampak terlayani. Prioritas bantuan diberikan kepada warga yang masih bertahan di lokasi terdampak, sementara warga yang telah mengungsi ke wilayah kota bukan menjadi prioritas utama.
“Kami berkomitmen memastikan bantuan ini tepat sasaran. Ke depan, kami akan terus memantau kebutuhan warga yang masih memerlukan uluran tangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ondofolo Kampung Sosiri, Boas Asa Enok, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemkab Jayapura. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang tengah berupaya memulihkan rumah pasca-luapan air.
“Kami sangat berterima kasih karena pemerintah tetap hadir memperhatikan kami yang terdampak. Bantuan ini sangat membantu,” ucap Boas.
Ia menyebutkan, di Kampung Sosiri terdapat sekitar 112 rumah dengan lebih dari 300 jiwa yang terdampak. Boas berharap dukungan pemerintah terus berlanjut hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
Pemkab Jayapura optimistis dengan total 20 ton bantuan, seluruh kampung terdampak di sekitar Danau Sentani dapat terjangkau.
Pemerintah juga berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat solidaritas antarwarga dalam menghadapi dampak bencana.
(Yan Mofu)











