Berita Papua , Sentani — Seorang pengrajin perahu asal Kampung Yobeh, Isak Yoku, memamerkan keterampilannya dalam membuat perahu tradisional khas Sentani saat menerima kunjungan wisatawan mancanegara, Rabu (15/4/2026).
Perahu berbahan dasar kayu susu itu sengaja dipajang di Kampung Yobeh agar wisatawan asing dapat menyaksikan langsung proses dan hasil karya budaya setempat.
“Saya pajang karya perahu ini supaya wisatawan bisa melihat langsung budaya kami,” ujar Isak Yoku kepada awak media.
Menurut Isak, masyarakat adat Sentani menamai perahu dari kayu susu tersebut dengan sebutan Howakhu. Ukuran perahu bervariasi; yang besar digunakan untuk transportasi di Danau Sentani, sementara yang lebih kecil berfungsi sebagai pajangan atau cendera mata khas Kampung Yobeh.
“Perahu yang kami buat khusus untuk Danau Sentani. Di kampung kami ada sekitar 50 perahu berukuran besar, semuanya produksi dan hasil karya sendiri,” jelasnya.
Proses pembuatan satu unit perahu memakan waktu sekitar satu minggu apabila dikerjakan secara mandiri.
Isak menambahkan bahwa model perahu di seluruh kawasan Danau Sentani, baik dari wilayah Timur, Tengah, maupun Barat, pada dasarnya sama. Perbedaan hanya terletak pada motif ukiran di badan perahu.
“Modelnya sama, tapi ukiran setiap kampung punya ciri khas masing-masing. Itu yang jadi pembeda,” katanya.
Dalam proses pengerjaan, Isak menggunakan sejumlah kapak tradisional. Kapak besar bernama Namkahu berfungsi untuk memotong dan membentuk bagian dalam perahu. Sementara itu, kapak kecil yang bernama Akgho-Akgho dalam bahasa Sentani digunakan untuk mengikis dan menghaluskan permukaan.
Ukuran perahu, lanjut Isak, disesuaikan dengan diameter pohon kayu susu yang ditebang. Apabila pohon berukuran besar, ia mengambil kayu sepanjang 4 depa untuk membuat perahu berkapasitas 4 hingga 5 orang. Sebaliknya, jika pohonnya kecil, perahu yang dihasilkan hanya muat untuk 2 orang.
“Kalau pohonnya besar, kami ambil 4 depa. Itu cukup untuk 4 sampai 5 orang. Tapi kalau kecil, ya hanya untuk 2 orang saja,” pungkasnya.
Kunjungan wisatawan asing ke Kampung Yobeh menjadi momentum bagi para pengrajin lokal untuk memperkenalkan budaya serta kearifan lokal Danau Sentani, termasuk kerajinan perahu Howakhu yang diwariskan secara turun-temurun.
(Yan Mofu)











