Kabupaten Jayapura

Dorong Pemberdayaan Perempuan Adat, PD AMAN Jayapura Harap Ada Kerja Sama Kuat Dengan Pemerintah

0
×

Dorong Pemberdayaan Perempuan Adat, PD AMAN Jayapura Harap Ada Kerja Sama Kuat Dengan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Tampak pengurus Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Jayapura bersama Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (Perempuan AMAN) Papua.

Berita Papua, Jayapura — Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Jayapura menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konsolidasi organisasi sayap Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (Perempuan AMAN) Papua yang digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan internal organisasi dalam merumuskan arah kerja Perempuan AMAN Papua untuk lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat peran perempuan adat dalam berbagai sektor.

Ketua PD AMAN Jayapura, Benhur Wally, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif langkah konsolidasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting sebagai dasar penyusunan program strategis organisasi ke depan.

“Kami sangat mengapresiasi konsolidasi ini karena menjadi bagian dari upaya merumuskan kerja-kerja Perempuan AMAN dalam 5 tahun ke depan, sesuai dengan rencana yang telah disusun di tingkat pusat,” ujar Benhur usai pembukaan kegiatan.

Ia menambahkan, sebagai organisasi sayap dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Perempuan AMAN diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperkuat program advokasi, pemberdayaan, serta meningkatkan eksistensi perempuan adat Papua dalam pembangunan daerah.

“Ke depan, kami berharap ada kerja sama yang lebih kuat dengan Pemerintah Papua dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga upaya pemberdayaan dan advokasi terhadap perempuan adat bisa semakin maksimal,” katanya.

Selain itu, PD AMAN Jayapura juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dengan anggota AMAN, tetapi juga dengan perempuan Papua yang tergabung dalam berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi lainnya.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan adanya perlindungan, perhatian, serta penguatan kapasitas bagi perempuan Papua dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan pembangunan.

(Viktor Done)