Kabupaten Jayapura

Penutupan Konferensi GKII Ke-5, Pemkab Jayapura Gandeng Gereja Selamatkan Generasi Dari Narkoba dan Miras

0
×

Penutupan Konferensi GKII Ke-5, Pemkab Jayapura Gandeng Gereja Selamatkan Generasi Dari Narkoba dan Miras

Sebarkan artikel ini
Tampak Bupati Kabupaten Jayapura Yunus Wonda Melakukan Foto bersama Anggota GKII sinode Wilayah Papua.

Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan gereja adalah mitra strategis dalam pembangunan. Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengajak Sinode GKI dan GKII untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari narkoba, miras, dan pergaulan bebas.

Ajakan itu disampaikan Yunus saat menghadiri penutupan Konferensi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua atau GKII di Sinode Wilayah Papua, di Sentani, Jumat (17/7/2026). Konferensi ke-5 itu telah memilih kepengurusan Sinode periode 2026-2031.

“Puji Tuhan semua bisa berjalan dengan baik dan akhirnya proses pemilihan sudah selesai. Hari ini kami sudah menyaksikan pelantikan Sinode yang baru dan seluruh strukturnya,” ujar Yunus.

Atas nama pemerintah, Bupati Jayapura menyampaikan selamat kepada Pendeta Daniel Kawai yang resmi terpilih sebagai Ketua Sinode GKI Papua masa jabatan 2026-2031.

Yunus menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar: adat, gereja, dan pemerintah.

“Gereja ini mitra pemerintah. Kolaborasi dalam pembangunan ke depan, memang Sinode tidak bisa berjalan sendiri. Dalam satu pemerintahan, pertama posisinya adalah adat. Setelah adat, baru agama. Agama baru pemerintahan. Jadi jangan pernah kita bolak-balik,” jelasnya.

“Antara gereja, pemerintahan dan adat harus tetap menjalankan kolaborasi dalam membangun daerah ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yunus menyoroti tingginya kasus narkoba di Kabupaten Jayapura. Ia meminta gereja tidak hanya melihat keluar, tapi juga membenahi persoalan di dalam.

“Kami seringkali melihat gereja-gereja kadang terlalu jauh melihat ke luar. Sementara di dalam sendiri, ada banyak generasi kita hari ini, anak-anak kita yang hancur. Baik itu dengan minuman keras, pergaulan bebas, narkoba. Nah, kami Kabupaten Jayapura termasuk narkoba yang cukup tinggi hari ini,” ungkapnya.

“Ini kan peran gereja. Makanya saya mengajak sebagai mitra pemerintah, gereja-gereja mari sama-sama kita selamatkan anak-anak ini, selamatkan generasi,” pintanya.

“Pemerintah bisa membangun secara fisik, tapi mentalitas rohani harus dibentuk gereja. Supaya mereka hidup takut Tuhan, sehingga masa depannya tidak hancur karena seks bebas, narkoba, miras yang merajalela hari ini,” pungkasnya.

Sinode GKII Periode 2026-2031 Fokus Buka Layanan Kesehatan dan Penguatan Ekonomi Jemaat

Di tempat yang sama, Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII juga telah menyelesaikan Konferensi ke-5 dan melantik pengurus baru periode 2026-2031.

Ketua Sinode GKII terpilih, Otniel Kawai, mengatakan hasil keputusan konferensi yang telah diplenokan akan menjadi pedoman kerja selama 5 tahun ke depan.

“Ini agenda 5 tahun yang rutin dilaksanakan. Saya sebagai ketua terpilih tentu menjalankan tugas-tugas organisasi, yaitu hasil-hasil keputusan yang sudah diputuskan dalam komisi-komisi dan sudah diplenokan,” ujar Otniel.

Ada tiga fokus utama kepengurusan baru: gerakan penginjilan, penguatan SDM dan ekonomi jemaat, serta bidang kesehatan.

“Kenapa kami Gereja Kemah Injil Indonesia menyoroti kesehatan, Karena di Kemah Injil ada banyak dokter dengan berbagai spesialisasi. Kami berharap dalam 5 tahun kepemimpinan ini ada klinik atau rumah sakit yang bisa kita buka untuk pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

GKII juga berkomitmen memperkuat pelayanan generasi muda dan remaja.

“Menyangkut pelayanan kepada generasi muda dan anak remaja. Melihat situasi hari ini seperti yang disampaikan Bapak Bupati, di semua kabupaten/kota di Tanah Papua menjadi orientasi kami bahwa generasi muda harus kita selamatkan,” pungkas Otniel.

(Yan Mofu)