Berita Papua, Sentani — Seluruh Ondofolo dari wilayah Sentani Timur, Tengah, dan Barat sepakat membentuk Panitia Pelaksana Kongres Dewan Adat Suku Sentani (DASS) ke-IV.
Keputusan ini lahir dari rapat besar Dewan Adat Suku Sentani di Kampung Hobong, Minggu (23/8/2026).
Yo Ondofolo, Ramses Wally mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah para Ondofolo menilai masa kepemimpinan Ketua DASS saat ini, Orgenes Kawai, telah melampaui batas waktu yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, sehingga organisasi dinilai mengalami kevakuman.
“Jalan struktur adat DASS itu Ondofolo adalah pemegang hak kedaulatan dan mereka adalah badan pertimbangan adat. Jadi apa yang telah diputuskan oleh Ondofolo harus dilaksanakan,” kata Ramses usai rapat.
Dalam rapat besar tersebut, para Ondofolo menyoroti masa kepemimpinan Orgenes Kawai yang sudah berjalan sekitar delapan tahun. Orgenes awalnya menjabat sebagai Wakil Ketua DASS mendampingi Demas Tokoro. Setelah Demas Tokoro meninggal dunia, Orgenes melanjutkan sisa masa jabatan sebelum kemudian ditetapkan sebagai Ketua DASS.
Menurutnya, ketentuan AD/ART organisasi mengatur masa jabatan Ketua DASS selama lima tahun dan harus melalui mekanisme Kongres untuk pergantian kepengurusan.
“Berdasarkan AD/ART, masa jabatan Ketua DASS adalah 5 tahun dan harus melalui Kongres. Ini sudah 8 tahun, berarti sudah bertentangan dengan anggaran dasar. Sehingga mereka melihat bahwa DASS selama ini vakum,” beber Ramses.
Musyawarah Besar di Hobong memutuskan langkah penyelamatan organisasi dengan membentuk panitia beranggotakan enam orang. Panitia ini mendapat mandat langsung dari seluruh Ondofolo Sentani Timur, Tengah, dan Barat untuk menyelenggarakan Kongres IV DASS, dengan komposisi yang memperhatikan keterwakilan wilayah:
• Ketua: Melki Suebu (Sentani Tengah).
• Sekretaris: Kristian Epa (Sentani Timur).
• Bendahara: Barnabas Nukuboy (Sentani Barat).
• Koordinator Usaha Dana: Ramses Wally.
• Koordinator Persidangan: Dr. Jhon Manangsang.
• Koordinator Transportasi: Esau Kawai (Sentani Barat).
“Nama-nama ini sudah dibagi dan mendapat mandat dari seluruh Ondofolo. Kalau mereka sudah putuskan untuk melaksanakan kongres, ya kita laksanakan. Tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.
Ketua Panitia Kongres IV DASS, Melki Suebu, menegaskan panitia tidak memiliki kepentingan pribadi dalam pembentukan kongres ini. Tujuan utama kongres, menurutnya, adalah melahirkan kepengurusan DASS yang sah dan mampu bersinergi dengan program-program pemerintah pusat, provinsi, hingga Kabupaten Jayapura.
“Kami tidak punya kepentingan apa-apa. Tapi kami mau membentuk DASS yang betul-betul bukan mandek dan bukan berjalan di tempat,” ujar Melki.
Melki Suebu juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai adat “Mama” sebagai dasar dan jati diri orang Sentani.
“Mama itu adalah dasar orang Sentani. Mama adalah jati diri orang Sentani. Kalau setiap orang Sentani tinggalkan Mama, maka yang dia akan temui adalah kematian. Tapi kalau hidup berdasarkan Mam, maka kehidupan yang akan dia temui. Ingat orang Sentani, jangan lupa Mama,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











