BeritaPapua.co, Jayapura — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, David Wondanak Telenggen mengatakan akan memprioritaskan program kerjanya dalam rangka menjawab visi dan misi sebelum berakhir masa jabatan Gubernur Papua, Lukas Enembe di tahun 2023.
“Untuk di tahun 2022 ini, kami coba untuk gerakan dalam kepemimpinan saya bagaimana terus menjawab visi dan misi bapak gubernur (Lukas Enembe) membuat kecerdasan daerah dalam skop membangun Papua dalam 5 wilayah adat,” ungkap Kadis Perhubungan saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (29/3/22).
Mengingat 2 tahun pimpin Dinas Perhubungan, Telenggen menjelaskan telah mendorong pengerjaan lapangan terbang di Mamit, Kabupaten Tolikara yang telah diresmikan oleh Gubernur Papua pada, Selasa 8 Februari 2022 lalu.
Untuk pembangunan di tahun 2022 wilayah Mepago, Kata David, Dinas Perhubungan juga akan mendorong pembangunan terminal tipe B di kabupaten Nabire.
“Karena terminal ini akan menopang beberapa kabupaten; Intan Jaya, Dogiyai, Paniai, Deyai dan Nabire selaku terminal induk untuk wilayah mepago agar dapat diresmikan oleh bapak gubernur,” ujarnya.
Namun untuk wilayah Lapago, Kabupaten Jayawijaya, “di tahun ini kami masih sebatas review karena ada beberapa kendala yang harus diselesaikan,” jelas Kadis.
“Dan wilayah Animha kami mendorongnya ke wilayah Boven Digoel, dalam pembangunan terminal tipe B dalam menampung semua akses dari beberapa kabupaten yang berada di wilayah Animha, dalam menjawab kawasan 5 wilayah adat,” tambahnya.
Sementara untuk wilayah Tabi “kami akan mendorong pembangunan terminal tipe B dan kabupaten Keerom tahun depan akan di review, dan juga kabupaten Jayapura tahun ini sedang di bangun pelabuhan penyeberangan di kampung Toware, untuk wilayah batas kota ada terminal yang sudah di bangun dan dapat mengakses langsung kepada dermaga yang berada di belakang terminal,” terangnya.
Asas manfaat dari pembangunan untuk 5 wilayah adat, menurutnya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam berinteraksi dalam menjawab kebutuhan ekonomi melalui hasil kebun dan laut khususnya bagi mereka yang berada di wilayah danau dengan memanfaatkan dermaga dan bantuan Bus air yang sudah dibuat oleh pemerintah.
Bahkan untuk pembangunan penerbangan perintis di 3 wilayah adat, Kata Kadis, agar masyarakat juga bisa merasakan sentuhan pembangunan.
“Prioritas kami sehingga wilayah Lapago, Mepago, Animha bisa merasakan penerbangan perintis karena sangat penting bagi masyarakat rasakan sentuhan pemerintah ketika pemerintah hadir,” pungkas David.
Sejak diberikan mandat oleh Gubernur, Telenggen juga mengaku telah menganggarkan beberapa program kerja prioritas dan siap dikerjakan.
“Saya melihat dan mencoba menyambutnya dengan konsep kesederhanaan dan tidak dengan visi dan misi yang terlalu besar tetapi kita melihat apa yang bisa kita buat dengan anggaran yang ada dalam menjawab persoalan reel saat ini,” tutupnya.
(JM)











