BeritaPapua.co, Karubaga — Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Tolikara selama dua periode (10 tahun), Usman G Wanimbo bersama masyarakat menggelar doa syukuran akbar perpisahan di lapangan Merah Putih Kota Karubaga, Jumat (21/10/2022).
Acara syukuran berlangsung meriah dan penuh rasa haru. Usman G. Wanimbo tak dapat menahan rasa sedih di hadapan anggota Forkopimda, ASN, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat memadati lapangan Merah Putih yang terletak di tengah-tengah Kota Karubaga.
Rangkaian acara syukuran terdiri dari ibadah bersama, acara bakar batu (barapen), tarian budaya dan salam perpisahan.
Usman Wanimbo dalam sambutannya menyampaikan syukur kepada Tuhan atas perlindungan selama masa kepemimpinannya, baik pada periode pertama bersama Wakil Bupati Amos Yikwa maupun pada periode kedua bersama Wakil Bupati Dinus Wanimbo.
“Saya bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan telah memimpin saya untuk menjalankan tugas pemerintahan di kabupaten ini selama sepuluh tahun,” ujarnya.
Wanimbo menyampaikan terima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama, pimpinan OPD, pihak keamanan dan seluruh masyarakat yang telah bekerja sama dalam membangun Kabupaten Tolikara.
“Baik dalam suasana suka maupun duka, masyarakat selalu ada bersama-sama kami dalam menjalankan amanah negara untuk membangun kabupaten tercinta ini,” ucapnya.
Usman juga mengakui, dirinya hanya manusia biasa yang juga memiliki kelemahan. Dikatakannya, di tengah berbagai capaian dan kemajuan pembangunan yang ada, masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi dan dikerjakan.
Sambil meneteskan air mata Usman Wanimbo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Tolikara atas segala harapan yang belum terpenuhi selama masa kepemimpinannya.
Menurutnya, memimpin Tolikara bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Semuanya itu bisa dilaluinya karena tuntunan Tuhan dan kerja sama yang baik antara semua pihak.
“Tolikara luar biasa. Banyak daerah lain terjadi konflik luar biasa, tetapi hal itu tidak terjadi selama sepuluh tahun kepemimpinan saya. Semuanya itu karena penyertaan Tuhan dan kerja sama yang baik antara Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, TNI Polri dan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Usman menyampaikan, Kabupaten Tolikara adalah “Jantung Papua” karena letaknya ada di tengah-tengah Pulau Papua. Oleh karena itu ia berpesan kepada seluruh masyarakat Tolikara agar tetap menjaga suasana aman dan damai sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain.
“Masa kepemimpinan saya dan Dinus Wanimbo sudah selesai. Saya tidak mau ke depan ada masalah dengan masyarakat Tolikara. Saya berpesan kepada pejabat OPD, TNI Polri, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat, jaga baik-baik daerah ini,” pintanya.
Sementara itu, Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Willem Wandik yang turut hadir dalam acara syukuran tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Usman Wanimbo yang telah berhasil menjadikan Kabupaten Tolikara sebagai salah satu daerah paling aman di Papua dalam 10 tahun terakhir.
“Selama memimpin Tolikara, Usman G. Wanimbo benar-benar merawat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, persatuan, pluralisme dan kebhinekaan. Itu karena Allah memberikan kekuatan dan hikmat sehingga tidak terjadi gesekan dan konflik selama sepuluh tahun masa kepemimpinannya,” ujarnya.
Seperti diketahui, masa kepemimpinan Usman G. Wanimbo sebagai Bupati Tolikara telah berakhir pada 16 Oktober 2022. Selama dua periode masa kepemimpinannya, pria kelahiran Kanggime, 8 Januari 1969 ini telah banyak melakukan perubahan dalam berbagai sektor.
Visi utama dari seluruh program pembangunan dalam kepemimpinan Usman G. Wanimbo adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Kabupaten Tolikara.
Beraneka kebijakan revolusioner dan populis selama masa kepemimpinan Usman G. Wanimbo menjadi landasan kuat bagi lahirnya generasi Tolikara yang unggul, berkualitas dan berdaya saing. Kebijakan tersebut antara lain, jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Tolikara, prioritas putra daerah dalam jabatan birokrasi, program primadona asupan gizi 100 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pembangunan sejumlah fasilitas sekolah unggulan, dan berbagai program penting lainnya.
(RH)











