BeritaPapua.co, Tolikara — Berdasarkan laporan tokoh Pemuda Distrik Kuari Kampung Wagugup, Atoar yikwa bahwa tingginya curah hujan di Tolikara beberapa minggu ini membuat terjadinya longsor di beberapa tempat termasuk putusnya badan jalan trans Wamena – Tolikara – Puncak Jaya pada Minggu (12/2/2023) sekitar pukul 22:00 WIT malam.
Lebih dari 50 meter mengalami longsor rusak parah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda 4. Roda 2 bisa lewat setelah warga setempat secara swadaya membuat jalan setapak untuk akses kendaraan motor.
“Akibat hujan berturut – turut beberapa minggu ini membuat banyak terjadi longsor di beberapa tempat di Tolikara salah satu nya di Distrik Kuari Kampung Wagugup badan jalan putus akibat longsor,” ujar Ator yikwa.
Dikatakannya akibat longsor ini warga Kampung Wagugup mengalami kerugian yaitu dua kandang babi dan 3 ekor babi serta alat dapur tertimbun longsor. Dan perkebunan warga lebih dari 2 ektar juga tertimbun longsor.
“Kandang babi dan 3 ekor babi ternak dan peralatan dapur milik Ibu Metina yikwa tertimbun longsor ini. Kami mohon Pemerintah Tolikara melalui Instansi terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD dan Dinas Sosial segera turun ke lokasi untuk lihat musibah yang di alami warga Kampung Wagugup Distrik Kuari.
Atoar yikwa berharap Pemerintah Tolikara Penjabat Bupati Marthen kogoya segera komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui balai atau Satker V Wamena untuk segera turun perbaiki badan jalan yang telah putus akibat longsor ini. Karena jalan trans wamena – Tolikara – Puncak Jaya ditangani.
Pemkab Tolikara memberikan respon cepat untuk menangani tanah longsor pada ruas jalan trans Wamena – Puncak Jaya, tepatnya di Distrik Kuari. Aksi cepat tanggap tersebut dilakukan agar aksesibilitas transportasi bisa berjalan normal kembali. Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Tolikara, Marthen Kogoya saat diwawancara, Senin (13/2/23).
“Tadi pagi langsung saya hubungi balai atau Satker V Wamena yaitu pak Kambu untuk perintahkan alat berat dari PT. Modern, kebetulan semua ada di Kanggime, agar segera mobilisasi ke Kuari untuk melakukan perbaikan jalan yang longsor,” ujar Pj. Bupati.
Menurut Pj. Bupati Marthen Kogoya, titik longsor di Distrik Kuari Kabupaten Tolikara merupakan bagian dari ruas jalan nasional sehingga pihaknya perlu mengambil tindakan cepat untuk melakukan perbaikan. Ia berharap dengan perbaikan jalan tersebut, arus transportasi masyarakat serta distribusi barang dan jasa bisa berjalan lancar kembali.
“Ini merupakan akses jalan nasional yang menjadi fokus perhatian pemerintah, sehingga saya sebagai Penjabat Bupati punya tugas melaporkan ke pihak balai untuk segera atasi. Puji Tuhan, saat ini PT. Modern sudah melakukan mobilisasi alat berat ke Kuari untuk memperbaiki jalan yang Longsor. Jadi mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan jalan sudah baik kembali untuk kelancaran transportasi,” imbuhnya.
Mengingat saat ini musim hujan, Pj Bupati Marthen Kogoya berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tolikara agar selalu waspada, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Selain itu masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penebangan pohon secara liar.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing, terutama pada musim hujan saat ini. Menanam pohon itu penting sekali. Pohon-pohon yang ada di lingkungan sekitar juga jangan ditebang agar bisa terhindar dari bahaya banjir dan longsor,” imbau Pj Bupati Marthen Kogoya.
(RT)











