Pemerintahan

Terancam Punah, Pemerintah Kota Jayapura Jadikan Skouw Yambe Pilot Poject Penanaman Pohon Sagu

9
×

Terancam Punah, Pemerintah Kota Jayapura Jadikan Skouw Yambe Pilot Poject Penanaman Pohon Sagu

Sebarkan artikel ini
Tampak Festival Tokok Sagu Berlangsung di Skouw Mabo Yang Digagas Pemerintah Kota Jayapura

BeritaPapua.co, Jayapura — Terancam punah oleh pembangunan, melalui Festival tokok sagu yang digagas oleh pemerintah Kota Jayapura bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud menjadikan Kampung Skouw Yambe sebagai Pilot project penanaman pohon sagu.

Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan festival tokok sagu memiliki peran dan nilai yang sangat tinggi yang dapat meningkatkan ekonomi.

“Dusun sagu semakin habis dan terancam kepunahan keberadaannya,” ujarnya dalam sambutannya Festival Tokok Sagu di Skouw Yambe, Rabu sore (21/6/23)

Pekey menyebut, oleh karena itu pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diharapkan untuk melestarikan menanam pohon sagu kembali.

“jangan sampai generasi 40 tahun yang akan datang jangan sampai menjadi nama saja,” terangnya

Dia menyampaikan bahwa hal ini tercatat dan tak akan dilupakan penanaman bibit sagu yang dilakukan oleh 13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, bahkan Pemerintah kota berencana bakal menjadikan Festival tokok sagu sebagai agenda rutin tiap tahun

“Kita harap festival ini memiliki nilai kelestarian, tetapi juga memiliki nilai wisata dan dapat berkolaborasi dengan dinas pariwisata,kebudayaan, dan masyarakat adat,” pintanya

Sementara itu, Dirjen kebudayaan Kemendikbud melalui Direktur Kepercayaan Terhadap TYME dan Masyarakat Adat mendukung upaya upaya percepatan kemajuan kebudayaan yang di lakukan oleh program pemerintah kota Jayapura melalui penanaman bibit pohon sagu.

“Adik adik kami latih sejak bulan Januari 2023 diajarkan pengetahuan kearifan lokal yang sudah terlupakan,” ujarnya

Ia menjelaskan, Skouw yambe potensi masyarakat adat sangat kuat, pihaknya meminta dari pemerintah kota untuk dapat mengeluarkan SK Walikota atau perda yang di tetapkan

“Menggali produk sagu sehingga Eksistensi produk masyarakat adat dapat terangkat,”katanya

Kata dia, Apalagi melalui festival Port Numbay ini Dirjen Kebudayaan tetap mendukung program dari pemerintah kota Jayapura yang berbasis masyarakat.

“gerakan yang berbasis masyarakat dapat tumbuh dari masyarakat untuk masyarakat

Pihaknya menampung Aspirasi dari masyarakat masyarakat wilayah Skouw menjadi masukan, ia berharap kedepan untuk mengikuti kongres budaya nasional Indonesia pada bulan Oktober 2023
mendatang

Dikatakannya, Festival totok sagu dapat membangun upaya upaya gerakan gerakan yang berbasis masyarakat Skouw Yambe sebagai pilot project penanaman bibit pohon sagu.

“Tahun ini kami bangun gerakan mengangkat budaya dan kearifan lokal di Papua dan Papua Barat, sagu merupakan pangan lokal warisan dari leluhur di Tanah Papua,perlu di lestarikan,” katanya

Sehingga melalui Dirjen Kebudayaan, dirinya menyampaikan saat ini terjadi pengrusakan pohon sagu saat ini terjadi kondisi krisis pangan dunia dan iklim.

“Skouw Yambe sebagai pilot project, bisa menjadi praktek baik,kalo pun perlu pendampingan dari kami, kami juga siap untuk mendukung walikota di asosiasi pemerintah kota Seluruh Indonesia,” tutupnya

(Renaldo Tulak)