Pemerintahan

BWS Papua Serahkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Kepada 4 Daerah Penerima

1
×

BWS Papua Serahkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Kepada 4 Daerah Penerima

Sebarkan artikel ini
Tampak Penandatanganan Serah Terima Hasil Pekerjaan P3TGAI Kepada 4 Daerah Penerima

BeritaPapua.co, Jayapura — Tingkatkan fungsi dan manfaat jaringan irigasi tersier yang dibangun maupun rehabilitasi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melakukan serah terima hasil pekerjaan kepada 4 daerah irigasi penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun anggaran 2023.

59 lokasi dari 4 daerah yang dibangun maupun di rehabilitasi diantaranya, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Nabire, Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura

Untuk kabupaten Keerom, daerah Arso dan Skanto dengan saluran irigasi sepanjang 3.130 meter, Kota Jayapura adalah daerah Koya dengan saluran sepanjang 1.135 meter, kabupaten Jayapura daerah Besum dengan saluran tersier sepanjang 985 meter dan Lereh sepanjang 1.860 meter. Sedangkan Nabire di Biha dan Kali Bumi dengan saluran irigasi sepanjang 1.535 meter.

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Nimbrot Rumaropen mengatakan, P3TGAI merupakan program berbasis masyarakat yang dikerjakan Kementerian PUPR.

“Sejak tahun 2013 hingga 2023 tidak putus. Berlangsung terus, setiap tahun di evaluasi hasilnya sangat baik diterima oleh masyarakat sehingga setiap tahun program ini dilaksanakan,” ujar Nimbrot Rumaropen kepada awak media di Kotaraja, Senin (21/8/2023).

Rumaropen menyampaikan, tujuan program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan, serta memperdayakan masyarakat.

“Juga meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi kemiskinan dan penurunan inflasi. Karena anggaran langsung di serahkan kepada masyarakat,” bebernya.

Rumaropen mengungkap bahwa dana yang disiapkan untuk 59 titik kurang lebih Rp 11 milyar lebih.

Sementara itu, PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA BWS Papua, Nellzen Wiliam Wambrauw menjelaskan, kegiatan P3TGAI merupakan program rehabilitasi peningkatan jaringan irigasi.

“Melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian,” katanya.

Wambrauw menjelaskan bahwa program tersebut dari Kementerian PUPR menggunakan dana APBN.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Pusat untuk membantu petani dalam meningkatkan layanan Air,” ungkapnya.

(Renaldo Tulak)