Berita Papua, Sentani — Ramses Wally menyatakan dirinya siap bergabung bersama Partai Golkar setelah menerima tawaran langsung dari Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri (MDF) yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Provinsi Papua.
Ramses yang juga pernah menjadi kader Golkar sejak tahun 1992 menyebut, ajakan MDF tersebut bagaikan mutiara yang bersinar.
Tawaran tersebut ia terima saat menghadiri persiapan pelantikan kepengurusan Golkar Kabupaten Jayapura pada Selasa 2 Juni 2026.
“Ramses rasa apa yang disampaikan Bapak MDF selaku Gubernur Papua sekaligus Ketua Partai Golkar Provinsi Papua merupakan tawaran yang luar biasa dan tulus dari lubuk hati beliau,” ujar Ramses kepada Beritapapua.co di salah satu kafe di Sentani, Jayapura, Sabtu (6/6/2026).
Ia menyebut ajakan tersebut sebagai sesuatu yang sudah lama dinantikan.
“Ibarat mutiara, walaupun dibuang di lumpur dan diinjak-injak, pada saatnya dia akan tetap tampil, bercahaya, dan bersinar,” katanya.
Ramses menegaskan dirinya adalah kader Golkar tulen. Ia bergabung dengan Golkar sejak 1992 di ring 1 dan pernah mengikuti pelatihan juru kampanye tingkat nasional yang diseleksi langsung Ketua Golkar saat itu, Kolonel Madila dari Angkatan Darat.
“Dari pendidikan jurkam itu saya belajar taktik propaganda, tema kampanye, dan cara merebut hati rakyat. Saya juga memahami pendiri Golkar adalah Sekber – Sekretaris Bersama ABRI. Mereka yang membentuk Sekber, lalu berubah menjadi Golkar,” jelasnya.
Menurutnya, latar belakang MDF sebagai Jenderal Bintang 3 membuatnya mantap menerima ajakan tersebut.
“Golkar memang dilahirkan oleh TNI-Polri melalui Sekber. Karena yang menyampaikan langsung Pak MDF selaku Gubernur dan Ketua Golkar, maka saya siap bergabung. Kalau orang lain yang menawarkan, saya tidak akan bergabung,” tegasnya.
Ramses juga berpesan kepada seluruh kader Golkar di Papua untuk memahami nilai dasar partai. Ia membedakan antara tokoh negarawan dan politikus.
“Tokoh negarawan berpikir tentang kenegaraan, tentang rakyat, tentang orang banyak. Tapi politikus hanya mementingkan dirinya sendiri. ‘Saya dapat apa dulu, Saya kenyang dulu, kalau ada sisa baru saya kasih orang.’ Pola-pola seperti ini harus dilupakan,” ujarnya.
Ia menekankan, elemen Golkar tidak hanya anggota legislatif, tetapi juga PNS, pengusaha, petani, dan nelayan. “Bekerjalah dan berkaryalah di bidang masing-masing dengan baik. Dengan begitu Anda menjadi warga negara Indonesia yang baik dan seorang tokoh negarawan,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











