Berita Papua, Sentani — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Papua menyatakan sikap tegas terhadap karikatur yang diterbitkan oleh media Tempo edisi 13-16 April 2026 lalu di Jakarta.
Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua DPW Nasdem Papua Mathius Awoitauw di halaman Kantor DPW Nasdem Papua, di Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/4/2026).
Aksi dan pembacaan pernyataan sikap ini dihadiri oleh Pengurus DPW Nasdem Papua, DPD Kabupaten dan Kota Jayapura, anggota legislatif Partai Nasdem di DPRK Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura,dan DPR Papua serta simpatisan dan pe dukung Partai Nasdem di Kabupaten Jayapura
Sebelum membacakan pernyataan sikap, Mathius Awoitauw menjelaskan sedikit maksud dan tujuan pengurus dan kader Nasdem di seluruh Indonesia dan khususnya di Papua yang menyatakan sikap dukungan terhadap Surya Paloh sebagai Ketua Umum tetapi juga sebagai Tokoh Kebebasan Pers di indonesia.
“Hampir semua DPW di papua sudah nyatakan sikap, kita yang agak terlambat,” ujar Mathius
Mantan Bupati Jayapura dua periode itu juga menjelaskan bahwa membaca dan melihat majalah Tempo sangat merusak citra Partai Nasdem dan Surya Paloh sebagai Ketua Umum, dan itu situasi yang kita alami dan karikatur tersebut sifatnya itu sangat merendahkan harkat dan martabat Partai Nasdem tapi juga kehormatan serta nama baik ketua umum
Menurutnya, ada penggiringan opini publik bahwa partai ini seperti perusahaan dan akan bersatu dengan sejumlah partai lainnya di Indonesia seperti Partai Gerindra, PSI, dan Partai lainnya.
“Hari ini kita kumpul di sini untuk menyatakan sikap bahwa Partai Nasdem masih tegar di jalan restorasi dan menunjukkan kemandiriannya untuk daerah, bangsa dan negara,” tegasnya
Mathius juga bilang jika ada informasi mengenai pertemuan Ketua Umum dan Presiden itu mungkin tingkatannya sudah terlalu tinggi, dan bicaranya tentang kebangsaan.
Yang terpenting lagi, kata Mathius, Ketua umum Partai Nasdem adalah tokoh kebebasan pers sepanjang masa, selama hidupnya selalu menjadi garda terdepan Pers di masa orde baru hingga saat ini
“Kantor medianya pernah di tutup, di segel, dan dibongkar, tetapi roh kebebasan pers melalui penyebaran informasi selalu menjadi senjata ampuh baginya,” kata Awoitauw
Karikatur yang dikeluarkan oleh media Tempo, lanjutnya, menjadi bahan penggiringan opini yang maksud dan tujuannya tidak seperti yang diinginkan. Namun setiap orang yang membaca dan melihat karikatur tersebut sudah tentu beranggapan yang tidak benar, apalagi ini tahun-tahun politik. Oleh sebab itu seluruh Indonesia kami rapat pada 13 april kemarin secara daring di seluruh Indonesia dan semua sepakat untuk menyuarakan dari daerah untuk jadi tetap ada kebebasan pers tapi juga ada batas-batas yang harus dipertimbangkan karena tanpa pers kita juga kesulitan untuk menyebar luaskan informasi, tapi keseimbangan diantara kita yang perlu di jaga, maka pada saat ini kami menyatakan sikap tegas bahwa :
1. DPW, DPD, DPC dan DPRD Partai Nasdem Provinsi Papua mendukung penuh sikap tegas ketua umum Bapak Surya Paloh dan kakak Prananda Surya Paloh untuk menjaga soliditas kekompakan serta kemandirian Partai Nasdem di semua tingkatan organisasi Partai Nasdem di seluruh Indonesia.
2. DPW, DPD, DPRD Partai Nasdem Papua mengecam keras pemberitaan majalah Tempo edisi tanggal 13 sampai 16 April 2026 yang merendahkan harkat dan martabat Partai Nasdem dan kehormatan Ketua Umum Partai Nasdem serta upaya menggiring opini publik sesuai dengan pandangan sendiri pihak majalah Tempo.
3. Segenap kader Partai Nasdem Papua dan masyarakat pendukung Partai Nasdem terus menyuarakan gerakan perubahan restorasi Indonesia serta politik tanpa mahar sedikitpun tidak terpengaruh dengan apa yang ditulis oleh majalah Tempo.
Mathius juga berharap bahwa, seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi – informasih yang tidak bertanggung jawab, bahwa sesungguhnya Partai Nasdem masih tetap solid di jalan restorasi
“Partai Nasdem masih sangat kuat di Indonesia, tetapi juga di Papua. Unsur pimpinan dewan perwakilan rakyat baik kota dan kabupaten jayapura serta provinsi masih dipegang oleh partai Nasdem,” pungkasnya.
(Engel Wally)











