Berita Papua, Jayapura — Menanggapi isu keberangkatan Ketua DPRK Nduga, Sekretaris, dan tim ahli hukum Pansus DPRK Nduga ke Jakarta Keluarga almarhum Bupati Nduga, Dinard Kelnea angkat bicara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Niap Kogeya selaku perwakilan keluarga almarhum Bupati Nduga, Dinard Kelnea di Jayapura, Selasa (7/4/2016).
“Ada isu menyangkut keberangkatan Ketua DPRK Nduga, sekretaris, dan juga ahli hukum ke Jakarta. Kami sangat menghargai itu. Namun, ke Jakarta ini untuk kepentingan pemerintah daerah juga serta lembaga DPRK Nduga, atau menyangkut pemilihan kekosongan wakil bupati tanggal 16 kemarin,” ujar Niap kepada Berita Papua di Jayapura, Senin (6/4/2026).
Menurut keluarga almarhum, jika koordinasi yang dimaksud berkaitan dengan pengisian kekosongan jabatan wakil bupati sebagaimana proses yang berlangsung pada 16 Maret lalu, maka para pihak yang berangkat ke Jakarta harus terlebih dahulu melihat dan menghormati surat Somasi pertama dan ke-2.
“Jika koordinasi menyangkut pengisian kekosongan kemarin, bapak-bapak harus melihat dan menghormati surat senasi pertama dan kedua. Lalu koordinasi dan segera mengambil langkah,” tegas Niap.
Keluarga almarhum menyatakan sikap untuk menunggu tindakan dan keputusan yang akan diambil oleh para pihak yang tengah melakukan koordinasi di Jakarta.
“Kami dari keluarga almarhum Bapak Dinard Kelnea akan tetap menunggu tindakan dan keputusan yang diambil oleh bapak-bapak tersebut,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











