Berita Papua, Jayapura — Bupati Kabupaten Yalimo, Nahor Nekwek memberikan klarifikasi dan teguran keras menanggapi aksi pembersihan yang berujung pembuangan sampah di halaman Kantor Bupati Yalimo pada Senin (19/1/2026).
Aksi yang mengatasnamakan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat tersebut melakukan pembersihan dari Kampung Pirip hingga Soba, Distrik Elelim, Ibukota Kabupaten Yalimo, namun sampah hasil pembersihan justru dibuang di halaman kantor Bupati.
Dalam video yang disampaikan kepada BeritaPapua.co, Bupati Yalimo menyebut bahwa aksi tersebut merupakan tindakan yang tidak baik dan diduga ada intervensi kelompok tertentu terhadap masyarakat Kabupaten Yalimo.
“Saya Bupati Yalimo menyampaikan beberapa hal penting untuk semua masyarakat Kabupaten Yalimo, lebih khusus tim publik yang membentuk lalu melakukan suatu aksi yang baik tetapi akhir dari itu melakukan dengan suatu tindakan yang tidak baik atau kurang menguntungkan, yaitu sampah yang mereka kumpul lalu taruh di kantor Bupati Yalimo,” ujar Nahor Nekwek.
Bupati Yalimo mengklarifikasi bahwa aksi tersebut sebenarnya bukan dilakukan oleh mahasiswa sebagaimana yang diatasnamakan.
“Atas nama mahasiswa sebenarnya tidak ada mahasiswa, jadi itu saya klarifikasi. Ini merupakan salah satu tindakan yang tidak bagus saya sampaikan karena ada kelompok-kelompok tertentu yang melakukan intervensi terhadap rakyat Kabupaten Yalimo,” tegasnya.
Nahor Nekwek menegaskan bahwa pemerintahan yang sah di Kabupaten Yalimo hanya satu, yaitu pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Yalimo.
“Saya sampaikan kepada semua masyarakat Kabupaten Yalimo, pemerintahan yang ada di Kabupaten Yalimo hanya satu yaitu Bupati Yalimo. Bupati Yalimo tidak ada dua, hanya satu. Tetapi di luar dari itu ada aksi-aksi yang melakukan tindakan tidak menguntungkan kepada semua masyarakat Kabupaten Yalimo,” katanya.
Ia mengimbau kepada oknum-oknum yang melakukan intervensi untuk menyadari bahwa sebagai Bupati, ia memiliki komitmen terhadap lima distrik dan 300 kampung yang ada di Kabupaten Yalimo untuk melaksanakan pembangunan.
Bupati Yalimo mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur koordinasi dan komunikasi yang benar, bukan melalui tindakan seperti yang terjadi pada Senin lalu.
“Saya imbau, kami orang Yali, kami keluar dari honai. Kami orang gunung itu keluar dari honai. Honai itu adalah tempat untuk bicara semua masalah, semua persoalan. Tapi kenapa mereka lakukan dengan satu hal ini? Dan ini secara tidak langsung hukum alam akan mengutuk mereka yang melakukan tindakan menaruh kotoran di depan kantor,” ujarnya.
Nahor Nekwek menegaskan bahwa jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan atau aspirasi yang ingin disampaikan kepada pemerintah, seharusnya tidak dilakukan dengan cara seperti itu.
Bupati juga mengklarifikasi bahwa Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) tidak terlibat dalam aksi tersebut.
“Saya mohon klarifikasi ini kepada mahasiswa atas nama Kabupaten Yalimo, ketua HMKY ada komunikasi baik. Tetapi ada kelompok lain yang menjual nama HMKY. Tidak boleh, mahasiswa itu tujuannya bukan itu. Kalau ketua HMKY pasti akan melaporkan kepada Bupati atau pemerintah, tapi ada kelompok-kelompok tertentu yang melakukan ini,” jelasnya.
Ia meminta dengan hormat agar tindakan seperti itu tidak terjadi lagi dan mengajak untuk berdialog dengan pemerintah guna memberikan peringatan bahwa hal serupa tidak boleh terulang.
Nahor Nekwek menegaskan komitmennya untuk membangun Kabupaten Yalimo dan tidak akan mundur dari tanggung jawab yang telah diamanahkan kepadanya.
“Saya akan membangun Yalimo dengan cara apapun. Saya tidak akan mundur karena saya ini dipilih oleh rakyat, saya ini dipilih oleh Tuhan, dan saya ini dipilih oleh negara yang dipercayakan untuk saya bertanggung jawab terhadap semua proses yang akan terjadi di pemerintah Kabupaten Yalimo selama lima tahun ke depan,” katanya.
Bupati juga memperingatkan kelompok-kelompok yang tidak senang dengan pemerintahannya untuk berhati-hati.
“Saya orang Yali, mereka juga orang Yali. Kalau ada mau sesuatu, kita mau baku pukul, kita datang kita baku pukul. Saya tidak takut juga. Tetapi saya ini punya niat baik untuk membangun Kabupaten Yalimo dengan cara yang baik,” tegasnya.
Nahor Nekwek menjelaskan bahwa pemerintahannya saat ini sedang fokus mengurus berbagai hal, termasuk pembukaan Bank Papua di Kabupaten Yalimo untuk melayani masyarakat.
“Kenapa Bank Papua belum bisa buka dan lain-lain? Karena di sana yang terjadi, kita sedang urus, kita sedang komunikasi supaya pemerintahan ini jalan. Di samping itu Bank Papua juga bisa melayani rakyat Kabupaten Yalimo. Bank Papua hadir karena harga diri kita orang Papua dan kita juga akan koordinasi tingkat atas, pimpinan-pimpinan tingkat atas supaya semua proses itu bisa berjalan,” jelasnya.
Bupati Yalimo menegaskan secara tegas bahwa masyarakat tidak boleh mengatur pemerintah, melainkan pemerintah yang mengatur masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Secara tegas saya sampaikan, masyarakat tidak boleh atur pemerintah. Pemerintah yang atur masyarakat. Kami punya kewenangan. Tidak ada masyarakat yang atur kita karena kita diberikan kepercayaan untuk kami jadi Bupati. Kenapa sekarang mengganggu kami? Masyarakat harus bertanggung jawab. Kalau tidak terus begitu, saya juga dipilih oleh rakyat dan saya punya kelompok juga besar. Saya tidak takut,” tegasnya.
Nahor Nekwek juga mengkritik media yang memberitakan hal-hal yang menyudutkannya. Ia menyampaikan pernyataan sikap tersebut kepada seluruh masyarakat Kabupaten Yalimo dan berharap semua pihak dapat mendukung niat baik pemerintah untuk membangun Kabupaten Yalimo.
(Redaksi)











