Berita

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ketua LMA Sarmi: Pancasila Menuntun Persatuan, Adat Menguatkan Jati Diri Bangsa

0
×

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ketua LMA Sarmi: Pancasila Menuntun Persatuan, Adat Menguatkan Jati Diri Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen.

Berita Papua, Sarmi — Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen menegaskan bahwa, Pancasila dan nilai-nilai adat tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Frans Sawen di Kampung Bagaiserwar, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, pada Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Pancasila menuntun persatuan di tengah keberagaman, sementara adat menguatkan jati diri bangsa.

Namun, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur adat istiadat sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

“Pancasila mengajarkan persatuan dalam keberagaman, sebagaimana adat mengajarkan penghormatan kepada leluhur, kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Frans Sawen.

Frans juga menekankan bahwa keberagaman suku, bahasa, dan budaya bukanlah pemisah, melainkan perekat yang memperkuat persaudaraan sebagai anak bangsa.

Dengan menjunjung tinggi adat dan budaya lokal, kata Sawen, masyarakat turut mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tokoh adat Sarmi itu mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh warga, untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan yang tetap menghormati adat, budaya, dan hak-hak masyarakat adat.

Ia berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur terus diwariskan kepada generasi penerus demi menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.

“Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama demi masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera,” pungkas Frans Sawen.

(Renaldo Tulak)