Berita Papua, Sarmi — Ketua Dewan Adat Sarmi, Bernard Cawem mengimbau seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul rentetan aksi gangguan keamanan di Kabupaten Jayawijaya.
Imbauan itu disampaikan dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka Hari Tani Nasional di Kampung Mararena, Distrik Sarmi, Senin (21/9/2026), pukul 09.30 WIT hingga selesai.
Dalam kegiatan yang mengangkat tema ketahanan pangan berbasis lumbung desa tersebut, Bernard menyatakan keprihatinannya atas situasi keamanan di Jayawijaya.
Menurutnya, rentetan aksi gangguan keamanan itu berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Saya selaku Ketua Dewan Adat Sarmi menyampaikan keprihatinan atas rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bernard.
Ia meminta masyarakat adat di Sarmi tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial. Masyarakat diminta tetap tenang, menjaga hubungan kekeluargaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Bernard juga mengajak para Kepala Suku, Ondoafi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah masing-masing.
Jika menemukan informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, ia meminta warga menyampaikannya kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat dan tidak mengambil tindakan sendiri.
“Apabila menemukan adanya informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, hendaknya disampaikan kepada pihak yang berwenang melalui jalur yang tepat dan tidak mengambil tindakan sendiri,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi keamanan yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kehidupan masyarakat serta keberlangsungan berbagai program pembangunan, termasuk upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kampung dan lumbung desa.
Melalui momentum Hari Tani Nasional, Bernard mengajak seluruh masyarakat mengedepankan persatuan, gotong royong, musyawarah, dan kedamaian.
Ia juga mengingatkan agar persoalan keamanan maupun informasi yang tidak benar tidak memecah hubungan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.
“Jangan sampai persoalan keamanan maupun informasi yang tidak benar memecah hubungan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya.
Sebagai Ketua Dewan Adat Sarmi, ia mengajak seluruh masyarakat adat menjaga keamanan lingkungan, menghormati hukum yang berlaku, memperkuat komunikasi antarwarga, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, dan kehidupan sosial dengan baik.
“Mari kita jaga Sarmi tetap aman, damai dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











