Ekonomi

Dalam Sebulan, Koperasi Kairos Biak Utara Kumpulkan 3,1 Ton Kopra dan Tingkatkan Ekonomi Jemaat

0
×

Dalam Sebulan, Koperasi Kairos Biak Utara Kumpulkan 3,1 Ton Kopra dan Tingkatkan Ekonomi Jemaat

Sebarkan artikel ini
Tampak Ketua Koperasi Klasis Biak Utara, Nataniel Kafiar sedang berada tempat pengolahan Kopra Koperasi Kairos Klasis Biak Utara.

Berita Papua, Biak — Koperasi Kairos Klasis Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, Papua mencatatkan pencapaian signifikan dengan mengumpulkan 3.155 kilogram atau 3,1 ton kopra dalam waktu 1 bulan 6 hari sejak menjalin kerjasama dengan Yayasan Ekonusa.

Usaha kopra ini tidak hanya meningkatkan ekonomi jemaat, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi pemuda pengangguran di wilayah tersebut.

Ketua Koperasi Klasis Biak Utara, Nataniel Kafiar, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Ekonusa yang telah mendukung pengembangan usaha kopra di wilayahnya. Dari beberapa program yang direncanakan koperasi, termasuk pengolahan sagu dan penanganan ikan, saat ini usaha kopra menjadi satu-satunya yang berjalan dengan baik.

“Yang sementara berjalan dengan baik adalah usaha kopra. Kami memiliki 11 petani kopra dan membeli buah kelapa dari warga masyarakat, khususnya dari jemaat-jemaat,” ungkap Nataniel di Kampung Buswor, Distrik Biak Utara, Jumat (28/11/2025).

Koperasi Kairos mengandalkan pasokan dari 29 jemaat di Klasis Biak Utara yang masing-masing memiliki kebun kelapa. Sistem ini memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan pendapatan jemaat dari aset yang selama ini kurang optimal dikelola.

Nataniel menjelaskan bahwa meskipun harga kopra tidak selalu stabil di pasaran, usaha ini tetap menjanjikan untuk pengembangan ekonomi warga jemaat dari sisi pendapatan sehari-hari. Kopra memiliki nilai jual yang tinggi dan permintaan pasar yang konsisten.

Salah satu dampak positif dari usaha kopra ini adalah berkurangnya angka pengangguran pemuda di Biak Utara. Nataniel secara pribadi merekrut pemuda pengangguran untuk bekerja di lahan kopra.

“Kopra ini dapat membantu dan mengurangi anak-anak muda kami yang dalam keadaan menganggur. Saya ambil mereka untuk bekerja di lahan kopra, memberikan pandangan agar mereka menjaga usaha kopra dengan baik,” jelasnya.

Untuk pembelian kopra dari masyarakat, koperasi membeli dari dua wilayah berbeda. Di wilayah Biak Utara, koperasi fokus membeli buah kelapa karena ketersediaan petani di wilayah tersebut. Sementara itu, pasokan kopra yang sudah jadi secara khusus didrop dari Kabupaten Supiori, terutama dari Klasis Supiori Utara.

“Yang sementara melakukan dropping kopra secara khusus itu dari Kabupaten Supiori, Klasis Supiori Utara yang membantu kami dalam pendropingan kopra,” terang Nataniel.

Nataniel berharap, koperasi Kairos yang beralamat di Kampung Buswor, Distrik Biak Utara dapat terus berkembang dan menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal. Dengan dukungan Yayasan Ekonusa dan partisipasi aktif jemaat, usaha kopra ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Biak Utara.

(Renaldo Tulak)