Berita Papua, Jayapura — Sebanyak 9 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua turut memeriahkan gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta Convention Center (JICC).
Ajang yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Ke-9 UMKM yang tampil adalah Noken Clothing, Ki.Basic, Lotta Terra, Ririens Food, Aluama Hubulama, Ruma, Kakao Kita Papua, Koperasi Produsen Emas Hijau Papua, dan Highland Roastery.
Mereka memamerkan beragam produk unggulan khas Bumi Cenderawasih, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga kuliner dan kopi spesialti.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, menyatakan keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“9 UMKM yang dibawa ke ajang tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari fesyen, kriya, makanan dan minuman, kakao, hingga kopi,” katanya.
Menurut Warsono, ajang ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pembeli, mitra usaha, perbankan, serta jaringan pasar yang lebih luas.
Kiprah UMKM Papua bahkan telah melangkah ke panggung internasional. Aluama Hubulama berkesempatan tampil dalam Amsterdam Coffee Festival pada April 2026, sementara Highland Roastery mewakili Papua dalam ajang World of Coffee di San Diego (April 2026) dan Bangkok (Mei 2026).
Tak hanya itu, 5 origin kopi unggulan Papua; Maksum, Piramid Agongga, Wollo, Hibiem, dan Hukulem, telah dipamerkan ke pasar global melalui pagelaran Papua Coffee Week di Washington D.C. pada Agustus 2026.
Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat turut mendorong penguatan UMKM melalui ajang yang sama.
2 UMKM wastra unggulan Papua Barat, yakni Kasuari Batik dan Batik Papua Nusantara, tampil secara langsung di Hall A dan B JICC.
Selain itu, 9 UMKM binaan dan mitra Papua Barat turut berpartisipasi secara daring dengan menampilkan produk wastra, aksesori, kriya tas, serta makanan dan minuman olahan.
Keikutsertaan Papua Barat juga mencatat capaian positif setelah dua peserta binaan berhasil menembus babak semifinal kompetisi CANGKIR Barista.
KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui platform digital. Acara ini resmi dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.
Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta sejumlah pejabat lainnya.
Ajang ini melibatkan kolaborasi 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, pengembangan produk, serta pasar domestik dan ekspor.
Dalam sambutannya, Destry Damayanti menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan bertumpu pada 3 kata kunci: Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.
Bangkit menjadi simbol semangat pemulihan di tengah tantangan ekonomi maupun bencana alam; Tangguh diperkuat lewat penataan struktur usaha dan akses pembiayaan yang berkelanjutan; sementara Berdaya Saing dibangun melalui inovasi produk serta perluasan pasar, baik domestik maupun ekspor.
Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, UMKM tercatat menaungi sekitar 64 juta pelaku usaha, menyerap 97% tenaga kerja, dan menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Masyarakat dapat menyaksikan langsung keanekaragaman produk UMKM dari seluruh Indonesia, termasuk sembilan perwakilan dari Tanah Papua, di pameran KKI 2026 Hall A dan B JICC, atau secara daring melalui laman www.karyakreatifindonesia.co.id.
(Renaldo Tulak)











