Ekonomi

Bank Indonesia Perkuat Distribusi Uang Tunai ke Wilayah 3T Papua Sepanjang Maret 2026

0
×

Bank Indonesia Perkuat Distribusi Uang Tunai ke Wilayah 3T Papua Sepanjang Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi. (ChatGPT)

Berita Papua, Jayapura — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua terus memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, sesuai pecahan, dan layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Papua.

Sepanjang Maret 2026, BI telah menggelar sejumlah kegiatan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) untuk memenuhi kebutuhan transaksi tunai masyarakat.

KKLK di Senggi, Kabupaten Keerom

Pada 5-7 Maret 2026, BI melayani penukaran uang melalui jalur darat ke Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, dengan medan yang cukup menantang. Dalam kegiatan ini, petugas juga memberikan edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang rupiah sebagai alat pembayaran sah.

KKLK di Supiori Selatan, Kabupaten Supiori

Selanjutnya, pada 10-11 Maret 2026, kegiatan serupa dilakukan di Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori. Selain penukaran uang, BI kembali memperkuat edukasi CBP Rupiah untuk mendorong distribusi uang layak edar (ULE) yang merata.

KKLK Simultan di Pegunungan Tengah: Paniai, Deiyai, Dogiyai

Pada 27-30 Maret 2026, BI melaksanakan KKLK 3T simultan yang menyasar Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai. Wilayah pegunungan ini sulit dijangkau dengan akses perbankan terbatas.

Akibatnya, uang rupiah cenderung beredar lama dan rentan rusak secara fisik.

Namun, karena tingginya ketergantungan masyarakat pada transaksi tunai, uang rusak tetap digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kondisi ini mendorong BI meningkatkan intensitas KKLK serta edukasi berkelanjutan tentang ciri-ciri uang layak edar dan cara menjaga kualitas uang.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan.

Masyarakat diimbau merawat rupiah dengan prinsip 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. BI juga mengajak masyarakat berbelanja bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga.

(Renaldo Tulak)