Berita Papua, Jayapura — Anggota DPR Papua, Albert Merauje, mengkritik Pemerintah Kota Jayapura atas kurangnya upaya membangun semangat nasionalisme dalam menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, minimnya pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul di sepanjang jalan protokol menunjukkan rendahnya rasa kebangsaan di Papua.
“Dari batas kota sampai di kota, sepanjang jalan ini warga masyarakat kurang berpartisipasi dalam memasang bendera merah putih dan umbul-umbul dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-80,” ujar Merauje melalui sambungan telepon, Selasa (12/8/2025).
Politisi Nasdem ini menilai, Pemkot Jayapura seharusnya mengeluarkan surat edaran dan himbauan kepada seluruh masyarakat, termasuk para pengusaha, untuk memasang atribut kemerdekaan.
Ia juga menyarankan pemerintah kota mempersiapkan bendera dan umbul-umbul untuk dipasang di jalan-jalan protokol dari batas kota hingga Dok IX atau Base-G, serta dari batas kota hingga perbatasan dengan Kabupaten Keerom.
Albert menekankan bahwa dalam rangka memperingati HUT RI yang hanya terjadi sekali dalam setahun, Pemkot Jayapura terkesan kurang melakukan himbauan kepada masyarakat untuk memasang bendera dan umbul-umbul. Selain itu, berbagai kegiatan perayaan seperti lomba-lomba dan gerak jalan untuk tingkat SD, SMP, SMA, instansi pemerintah, swasta, hingga Polri juga dinilai masih kurang.
Anggota Komisi IV DPRP menyarankan seharusnya Walikota Jayapura memerintahkan pemasangan bendera dan umbul-umbul mulai dari tanggal 1 hingga 31 Agustus, terutama di jalan-jalan protokol.
“Dari batas Kabupaten Jayapura dari Waena sampai dari batas kota Jayapura dari pusat kota sampai di perbatasan dan sampai di batas kota Keerom, sepanjang jalan harus ada bendera-bendera dan umbul-umbul,” jelasnya.
Merauje juga menyarankan agar setiap instansi, kecamatan, kelurahan, dan sekolah mengadakan kegiatan dan lomba-lomba untuk menciptakan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan masyarakat.
Politisi Nasdem ini mengungkap keprihatinannya terhadap kondisi yang menunjukkan degradasi rasa berbangsa dan bernegara.
“Saya melihat bahwa kesimpulan kita ini tinggal di negara Republik Indonesia, tapi kita kurang merasa memiliki negara ini, dilihat dari masyarakat kurang kesadaran sendiri untuk pasang bendera di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak zaman sekarang perlu diajarkan pendidikan nasionalisme yang lebih mendalam. Para pemimpin, baik gubernur, walikota, maupun pejabat lainnya, harus memberikan contoh kepada masyarakat dalam menunjukkan rasa cinta tanah air.
“Kita harus bangga menjadi warga negara Indonesia. Kita tinggal di negara Indonesia ini masih aman sekalipun ada kekurangan,” pungkas Merauje.
(Renaldo Tulak)











