Karubaga, BeritaPapua.co — Dukungan upaya pencegahan wabah Virus corona atau Covid-19 dilakukan berbagai pihak yang peduli terhadap pencegahan Covid-19 baik dilakukan dari lembaga semi Pemerintahan maupun Lembaga sosial Masyarakat.
Pekan lalu, PMI Tolikara menyemprotkan cairan disinfektan di kota karubaga dan KNPI Tolikara memasang baliho dan sebarkan brosur di seluruh Tolikara guna mengajak masyarakat Tolikara terapkan pola hidup sehat.
Dukungan upaya pencegahan serupa juga dilakukan Persatuan Sopir Tolikara dengan menyemprot cairan Disinfektan keliling Kota Karubaga mengunakan mobil strada.
Aksi penyemprotan itu dimulai sore pukul 16:00 hingga selesai pukul 17:00 WIT Kamis, (16/04/2020) kemarin.
Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan setelah seluruh tokoh dan kios di kota Karubaga dan sekitarnya ditutup sesuai dengan waktu pembatasan buka tutup tokoh dan kios yang ditetapkan Pemerintah Tolikara dibuka mulai pagi pukul 08:00 hingga tutup pukul 16:00 WIT setiap hari selama wabah virus corona belum pulih di Indonesia.
Aksi penyemprotan cairan disinfektan ini adalah inisiatif persatuan sopir Tolikara. Bahan penyemprotan cairan digunakan sesuai rekomendasi kesehatan Nasional yaitu cairan wipol di campir dengan air sekitar 1000 liter.
Ketua koordinator Sopir Tolikara Rahmad asal palopo Sulawesi yang tinggal di kampung Ifar gunung Distrik Karubaga, berprofesi sebagai Sopir Mobil Jurusan wamena Tolikara selama 3 tahun ini megatakan, aksi penyemprotan ini sebagai salah satu bentuk pencegahan dari inisiatif persatuan Sopir Tolikara.
“Kami ingin membantu Tim Gugus Siaga Covid-19 Kabupaten Tolikara melawan atau mencegah pandemi atau wabah virus corona yang melanda dunia terutama Indonesia. Apalagi kita tahu bahwa wabah ini sudah masuk di Papua bahkan sudah masuk juga di Wamena,” Ujar Rahmad selaku Ketua Koordinator.
Semua bahan yang digunakan seperti tadon, mesin semprot dan mobil pengangkut merupakan sumbangan dari para sopir. Sedangkan bahan cairan seperti wipol dan Alat Pelidung diri APD dibeli dari dana sumbangan para sopir.
“Masyarakat dari kampung – kampung turun ke kota karubaga dengan keperluan belanja kebutuhan keluarga di kios – kios tentu tanpa pengaman diri. Jadi mereka bisa tertular Covid-19 dengan cepat melalui barang yang dibelinya,tetapi juga dari diding bangunan kios. Karena itu kami membantu mensterilkan atau membersihkan kota karubaga dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” Pintah Ketua Koordinator Rahmad.
Menurutnya Tim Gugus Siaga Covid-19 yang dipimpin Bupati Tolikara Usman G. wanimbo, ini patut diapresiasi tinggi karena melalui berbagai kebijakannya upaya pencegahan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Terbukti saat ini warga Tolikara benar – benar terisolir dengan pembatasan kendaraan mobil dan sosialisasi pencegahan Covid-19 hingga kini masih dilakukan. Karena mobil yang bisa masuk ke Tolikara hanya mobil barang,sedangkan mobil penumpang tidak diijinkan. Langkah bijak tetapi penuh resiko ini diharapkan mampu mencegah wabah virus corona ini tidak masuk menyebar di daerah Tolikara.
(red)















