Kesehatan

Kunjungan Wamenkes Dinilai Jadi Daya Ungkit Percepatan Eliminasi TBC dan Malaria di Papua

0
×

Kunjungan Wamenkes Dinilai Jadi Daya Ungkit Percepatan Eliminasi TBC dan Malaria di Papua

Sebarkan artikel ini

dr. Beeri I.S. Wopari: Ini daya ungkit besar, sekaligus dorongan untuk membangun motivasi dan komitmen kuat bagi seluruh stakeholder di Tanah Papua

Tampak Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono didampingi Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yani, dan Stafsu Presiden, Billy Mambrasar serta Anggota DPR RI, Yan Mandenas saat berkunjung ke Puskesmas Sentani.

Berita Papua, Sentani — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari menilai kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia ke Papua menjadi penguatan penting bagi percepatan eliminasi HIV, tuberkulosis (TBC), malaria, dan kusta di kabupaten Jayapura.

“Ini daya ungkit besar, sekaligus dorongan untuk membangun motivasi dan komitmen kuat bagi seluruh stakeholder di Tanah Papua,” ujar dr. Beeri di Puskesmas Sentani, Senin (28/4/2026).

Menurut dr. Beeri, tingginya angka kasus TBC dan malaria yang tercatat di Kabupaten Jayapura bukanlah indikator kegagalan, melainkan cerminan keberhasilan dalam penemuan kasus.

“Tingginya angka bukan karena tidak melakukan apa-apa, justru karena penemuan kasus kita sangat baik. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin banyak juga yang harus mengakses pengobatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes

Ia menegaskan bahwa prinsip utama dalam pengendalian penyakit adalah menemukan kasus sebanyak mungkin dan mengobati hingga tuntas. “Temukan kasus sebanyak mungkin, obati juga sebanyak mungkin sampai sembuh,” katanya.

Menanggapi masih adanya pasien yang malu melapor, dr. Beeri menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Pasalnya, kesadaran masyarakat dapat berubah seiring pergantian generasi.

“Edukasi harus terus kita sampaikan karena masyarakat berganti-ganti generasi. Jika masyarakat mengetahui bahaya penyakit tersebut, maka akan terdorong untuk memeriksakan diri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa deteksi dini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan angka kesembuhan.

“Kalau diketahui sejak dini, tingkat kesembuhan jauh lebih tinggi dibanding jika sudah dalam kondisi berat,” ujar dr. Beeri.

(Yan Mofu)