Kota Jayapura

Ketum Arobi Arauw: MMP Merupakan Anak Kandung Dari Masyarakat Adat Yang Memiliki 2 Identitas Berbeda

2
×

Ketum Arobi Arauw: MMP Merupakan Anak Kandung Dari Masyarakat Adat Yang Memiliki 2 Identitas Berbeda

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pusat MMP, H. Arobi Ahmad Aitu Arauw

BeritaPapua.co, Jayapura — “Majelis Muslim Papua (MMP) merupakan salah satu anak kandung dari masyarakat adat Papua yang memiliki dua identitas utama yakni identitas Papua dan identitas Islam.”

Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pusat MMP, H. Arobi Ahmad Aitu Arauw dalam sambutannya saat pelantikan badan pengurus pusat MMP di Hotel GrandAbe, Jayapura, Sabtu malam (17/6/2023).

“Selayaknya memiliki kedudukan hak dan tanggung jawab yang tertera di dalam tatanan adat istiadat kehidupan sosial, ekonomi, politik, hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya.

Kata ketua umum MMP, Kesadaran kolektif sebagai salah satu anak kandung tersebut dapat terus terpupuk jika rumah bersama bernama MMP ini dapat terus terawat dan tegak berdiri untuk terus melakukan konsolidasi keumatan dan konsolidasi pemikiran dengan seluruh elemen masyarakat di tanah Papua.

“Terwujudnya kesejahteraan umat melalui kemajuan pendidikan dan pelayanan kesehatan kemandirian ekonomi kelestarian lingkungan hidup emansipasi sosial budaya dan penegakan hak asasi manusia,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, bahwa program konsolidasi kepengurusan di tingkat pusat dan wilayah ini sebagai perwujudan nyata dari pesan tema muktamar 3 MPP pada tahun ini yakni reposisi kelembagaan dan revitalisasi peran dan fungsi organisasi dalam mewujudkan tujuan MPP.

“Secara internal MMP harus menyesuaikan diri dengan keberadaan pembakaran 4D di tanah Papua struktur organisasi yang awalnya hanya terdapat pengurus pusat dan pengurus wilayah di seluruh kabupaten kota di tanah Papua tentu saja mmp harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan kekinian tidak hanya secara organisasi namun juga dari sisi kebijakan-kebijakan organisasi dan program,” bebernya.

Kata dia, walaupun kontestasi politik lokal maupun nasional sudah berada di depan mata kita, semua perbedaan pilihan warna pilihan fitur dan calon hendaklah tidak menimbulkan percikan api konflik. Mari kita saling menghormati pilihan orang lain dan menghormati apapun hasilnya.

“Mari kita bersama-sama mendukung upaya pemerintah penyelenggaraan pemilu dan seluruh komponen yang bertugas untuk menyelenggarakan pemilu dan mengawal pemilu dengan harapan dapat berjalan sukses tanpa hoax tanpa ada atau paling tidak bekerja sama untuk meminimalisir black campaign menjaga rasa aman dan tidak meninggalkan bibit-bibit permusuhan,” paparnya.

H Arobi Ahmad Aitu Arauw menambahkan dirinya ingin mengutip kembali dan mengingatkan kembali pesan spiritual dari pendeta Isac Semuel Kijne.

“Bahwa barangsiapa bekerja jujur di atas tanah ini dengan setia dan jujur serta dengar-dengaran maka ia akan berjalan dari satu tanda heran ke tanda heran lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, MMP sendiri mempunyai kantor pusat di Jayapura untuk Daerah Otonom Baru (DOB) ditetapkan sebagai kepengurusan wilayah saja.

(Renaldo Tulak)