Berita Papua, Jayapura — Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, Kepala Suku Modouw keondoafian Waena, Korneles Gustav Modouw, menggelar bakti sosial di kediamannya di Kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis (24/9/2026) pagi.
Dalam kegiatan itu, Kepala Suku membagikan 75 paket bantuan berupa beras dan bibit cabai kepada warga setempat yang didominasi mama-mama Papua.
Dalam sambutannya, Korneles menegaskan bahwa momentum Hari Tani Nasional menjadi pengingat pentingnya tanah, hutan, air, dan hasil bumi sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua.
“Pada momentum yang baik ini, kita kembali mengingat bahwa tanah, hutan, air, dan hasil bumi adalah sumber kehidupan masyarakat Papua,” kata Korneles.
Tokoh Adat itu menekankan bahwa tanah bukan sekadar tempat berpijak, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurut Korneles, lumbung kampung merupakan kekuatan bersama.
Ia menyebut pengembangan kebun dan pangan lokal menjadi salah satu cara memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kebun dan pengembangan pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, lombok, ikan, dan hasil bumi lainnya, setiap kampung dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menilai pemberian bibit cabai kepada masyarakat merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung.
Bibit yang diberikan, kata Modouw, bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri.
“Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Korneles juga menegaskan bahwa masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga serta dikembangkan bersama pengetahuan dan teknologi.
“Masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga dan dikembangkan bersama pengetahuan serta teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, generasi muda perlu dilibatkan agar pertanian menjadi ruang untuk berkarya, berinovasi, dan membangun ekonomi kampung.
Korneles mengajak warga menanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan.
“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











