Berita Papua, Jayapura — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua mengecam keras 3 aksi penembakan brutal yang menewaskan pilot dan co-pilot di Papua Selatan, 1 anggota TNI di Timika Papua Tengah, serta sopir truk tangki air di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kecaman tegas tersebut disampaikan Wakil Ketua MRP Provinsi Papua, Max Abner Ohee, seusai pertemuan silaturahmi puluhan tokoh adat bertajuk “Menjaga Rumah Besar Papua dan Penguatan Peran Tokoh Adat dalam Bingkai NKRI” di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (13/2/2025).
Max Abner Ohee menyikapi serangkaian peristiwa penembakan sekaligus yang terjadi belum lama ini di Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Insiden pertama adalah penembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026).
Insiden ke-2 adalah penembakan yang menewaskan anggota TNI di kawasan Tembagapura, Timika, Papua Tengah. Sementara insiden ke-3 melukai sopir truk tangki air di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Max menyebut, mengecam keras terhadap tindakan kelompok kriminal bersenjata yang bertanggung jawab atas rangkaian aksi penembakan tersebut.
“Kita mengecam keras kepada kelompok kriminal bersenjata. Dari sudut pandang hak asasi manusia (HAM), itu sangat salah dan sadis,” tegasnya.
Max Abner menegaskan bahwa tindakan kelompok separatis bersenjata yang menewaskan anggota TNI, pilot, co-pilot pesawat, dan sopir truk tangki merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata yang telah menewaskan oknum TNI, pilot, co-pilot pesawat, dan sopir truk tangki,” ujarnya.
(Renaldo Tulak)











