Nasional

304 Taruna STPN Turun ke Desa, Benahi Data 263 Ribu Bidang Tanah di Jawa Tengah

0
×

304 Taruna STPN Turun ke Desa, Benahi Data 263 Ribu Bidang Tanah di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Tampak Pelepasan Taruna/i STPN berlangsung di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN Sleman. (Ist)

Berita Papua, Sleman — Sebanyak 304 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi diterjunkan ke 6 kabupaten di Jawa Tengah untuk memutakhirkan data digital sertipikat tanah lama.

Program 5 bulan ini menargetkan inventarisasi 263.202 bidang tanah sebagai bagian upaya pemerintah memperkuat tata kelola pertanahan nasional.

Pelepasan Taruna/i STPN berlangsung di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN Sleman, Senin (9/2/2026), menandai dimulainya Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025-2026 yang akan berlangsung hingga 11 Juli 2026.

Penugasan taruna/i tersebar di enam kabupaten dengan rincian target: Kabupaten Klaten (76.627 bidang), Boyolali (64.114 bidang), Pati (42.228 bidang), Temanggung (29.945 bidang), Demak (26.633 bidang), dan Batang (23.655 bidang).

Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memutakhirkan database pertanahan nasional, khususnya sertipikat-sertipikat lama yang belum terdigitalisasi.

Asrorul Habib, salah satu taruna yang bertugas di Kabupaten Boyolali, menyatakan kesiapannya menjalankan penugasan lapangan ini. “Kami sudah menyiapkan langkah-langkah strategis, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan yang dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi,” ujarnya usai kegiatan pelepasan.

Persiapan tidak hanya mencakup penguasaan teknis, namun juga pemahaman kondisi sosial-budaya masyarakat setempat. “Harus memahami karakteristik wilayah dan mampu beradaptasi dengan kondisi setempat,” tambah Asrorul, menekankan pentingnya pendekatan yang menghargai kearifan lokal.

Evangeline Ayla, peserta KKNP-PTLP yang juga ditempatkan di Boyolali, mengapresiasi dukungan Kantor Pertanahan setempat. “Alhamdulillah, sudah disiapkan dengan baik, mulai dari peta kerja hingga data-data pendukung yang kami perlukan, sehingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan dalam sambutannya menekankan pentingnya program ini bagi tata kelola pertanahan nasional. Ia melepas total 619 Taruna/i STPN yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya penertiban serta tata kelola pertanahan yang semakin baik ke depan. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan partisipasi masyarakat, khususnya yang nantinya akan dikunjungi oleh para Taruna/i STPN,” ujar Ossy.

Ia juga mengingatkan bahwa sikap dan perilaku taruna selama bertugas akan menjadi representasi langsung dari institusi.

“Mudah-mudahan para Taruna/i STPN dapat melaksanakan kegiatan ini secara profesional serta menjunjung tinggi etika dan integritas dalam setiap tahapan pelaksanaannya,” pesan Wamen ATR/Waka BPN.

(Renaldo Tulak)