Nasional

CPNS ATR/BPN Dituntut Jadi Garda Terdepan Komunikasi Publik Lembaga

0
×

CPNS ATR/BPN Dituntut Jadi Garda Terdepan Komunikasi Publik Lembaga

Sebarkan artikel ini
Tampak Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, memberikan pengarahan tegas kepada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang 3 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas. (Ist)

Berita Papua, Cikeas — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menekankan pentingnya peran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam memperkuat komunikasi publik dan menjaga citra institusi di tengah derasnya arus informasi digital.

Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, memberikan pengarahan tegas kepada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang 3 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jumat (13/2/2026).

“Jangan sampai orang luar sibuk membicarakan ATR/BPN, sementara kita yang di dalam justru tidak tahu apa-apa. Kita semua adalah humas bagi lembaga ini,” tegas Bagas di hadapan ratusan peserta Latsar.

Bagas menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan wajah institusi yang memiliki tanggung jawab ganda: menjalankan tugas teknis sekaligus menjaga reputasi lembaga. Di era keterbukaan informasi, persepsi publik dapat terbentuk dalam hitungan menit melalui media sosial dan platform digital.

Menurutnya, CPNS sebagai generasi baru ASN harus memiliki literasi informasi yang kuat, mampu membedakan berita valid dari hoaks, serta bijak dalam berinteraksi di ruang digital. Kepedulian terhadap dinamika pemberitaan tentang ATR/BPN menjadi keharusan, bukan pilihan.

“Peran ASN tidak hanya terbatas pada tugas teknis, tetapi juga pada kontribusi dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” jelas Bagas.

Pejabat yang didampingi Kepala Subbagian Pemberitaan dan Media Arie Satya Dwipraja ini menekankan bahwa fondasi komunikasi publik yang kuat terletak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Citra lembaga dibangun dari pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kalau pelayanan sudah baik dan sesuai SOP, komunikasi publik juga akan lebih kuat,” ujarnya.

Bagas mengingatkan peserta Latsar untuk memahami etika komunikasi dan ketentuan layanan informasi publik sesuai regulasi yang berlaku. Kesalahan dalam memberikan informasi, apalagi yang menyangkut kebijakan pertanahan dan tata ruang, dapat berdampak luas dan merugikan kepercayaan publik.

Dalam sesi yang dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya Luthfian Riza Sanjaya tersebut, Bagas menegaskan tiga pilar utama yang harus dipegang CPNS: profesionalisme dalam bekerja, integritas dalam bertindak, dan kepedulian terhadap lingkungan kerja.

“Ketiga hal ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap ATR/BPN,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)