BeritaPapua.co, Jayapura — Pendukung Persipura, Black Danger Community (BDC) meminta dengan tegas kepada Presiden Republik Indonesia mengevaluasi pengurus PSSI.
Hal tersebut disampaikan, Ketua BDC, Yanses Kareth kepada awak media BeritaPapua.co usai melakukan demonstrasi damai didepan Bank BRI Ruko, Jayapura, Jumat (27/5/22).
Yansen menilai bahwa organisasi sepakbola terbesar di Indonesia sudah tidak murni karena sudah tercampur kepentingan politik.
“Indonesia hari sangat darurat sekali tentang mafia sepakbola, segera PSSI harus dievaluasi total, pengurus harus diganti, ketua dan Sekjend harus dipecat atau diganti karena sudah tidak beres, kita lihat sepakbola sudah tercemar dengan berbagai macam kepentingan politik, sudah tidak murni lagi sepakbola, sudah tidak murni lagi olahraga,” beber Yansen.
Demikian pernyataan sikap tegas BDC sebagai berikut :
1. Kami Menyampaikan kepada BRI sebagai lembaga perbankan yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas, akuntabilitas, kejujuran dan keadilan. Apa apa yang terjadi di sepak bola kita saat Ini justru menjauh dari hal-hal tersebut, apakah BRI mendukung itu? BRI harus jaga publik trust (kepercayaan publik), kalau PSSI bagus ya silakan dukung, kita juga senang, tapi jika kalau sepak bola seperti inikan kasihan BRI juga akan.
2. Kami melihat Wajah sepak bola kita saat ini sudah tergambar jelas dalam pertandingan Indonesia vs Thailand kemarin, ada situasi mental pemain yang terganggu, ada keputusan wasit yang di pertanyakan, ada handsball yang jadi polemik, ada kartu merah yang banyak. Itu semua sama persis dengan sepakbola kita, jadi federasi kita pasti tidak kaget dan tidak ribut, karena itu cerminan kompetisi domestik kita, PSSI paling mengetahui itu, jadi mari kita nikmati saja Proses yang sudah terjadi.
3 Kami Meminta Kepada Ketua Umum PSSI untuk Mundur secara hormat dari Kursi ketua PSSI, Karena kami juga dengar-dengar kalau ketua umum PSSI punya rencana jadi kepala daerah di Jawa Barat, kalau itu benar jangan sampai bisa mempengaruhi keputusan terkait sangsi atau hukuman pada club tertentu. Tapi kalau itu tidak benar ya syukur, kita tinggal buktikan saja kebenarannya nanti.
4. Kami juga ingin mendesak manajemen persipura supaya jangan gerakan lambat untuk melapor, kenapa belum bergerak untuk lapor FIFA atau CAS ? atau bila perlu tidak FIFA lagi, langsung CAS saja. Dan kami minta manajemen untuk melaporkan ke CAS, yaitu kejadian Persipura tidak hadir pada pekan terakhir lawan Madura dan dugaan pelanggaran regulasi dua pertandingan terakhir Persib Bandung Vs Barito Putra dan Persija Jakarta Vs PSS Semarang, Maka Kami mohon Manajemen Persipura untuk lebih gerak Cepat laporkan supaya ada kejelasan.
(RT)











