BeritaPapua.co, Jayapura — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2023, Jumat (12/5/2023) di Aula Wisma Atlet KONI Papua, Kota Jayapura. Dalam rakerprov KONI tersebut mengambil tema, “Pertahankan Prestasi Atlet Papua di PON Aceh-Sumatera Utara” yang dihadiri seluruh cabang olahraga KONI Papua.
Ketua Umum KONI Provinsi Papua, Kenius Kogoya mengatakan Rakerprov itu merupakan agenda rutin tahunan berdasarkan ADRT KONI dalam membahas berbagai agenda dan program penting dalam pembinaan atlet-atlet Papua.
Termasuk pembahasan terkait keikutsertaan Papua pada pelaksanaan babak pra-kualifikasi PON di tahun 2023 ini dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024 mendatang.
“Dalam waktu dekat ini kita akan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan pra-PON, oleh karena itu kita menata kembali, mengikuti ajang atau iven pra-PON ini untuk persiapan PON Aceh-Sumatera Utara. Dan kemarin karena kita tuan rumah, kita tidak melalui pra kualifikasi, tapi karena kita harus bertanding dan berlomba di luar Papua, maka semua cabor wajib mengikuti pelaksanaan itu,” kata Kenius Kogoya kepada sejumlah awak media.
Selain itu, kata Kenius pembahasan lainnya terkait dengan dijadikannya Provinsi Papua sebagai Pusat Olahraga Melanesia.
“Program-program KONI dan juga pembinaan atlet yang berkesinambungan, tentu kita akan membahas beberapa agenda penting yang juga bagaimana mendorong isu Papua sebagai pusat olahraga Melanesia, ini menjadi salah satu isu penting,” ujarnya.
Sementara terkait dukungan anggaran, pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi Papua.
“Kita sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan Pj. Gubernur Papua dan sudah ada sinyal untuk memberikan dukungan secara maksimal untuk persiapan kita. Jadi saya percaya bahwa pembangunan manusia di bidang olahraga merupakan satu hal yang penting, tidak hanya bicara sehat jasmani atau prestasi, tetapi yang paling penting adalah pembentukan karakter melalui olahraga,” tandas Kenius Kogoya.
(Renaldo Tulak)











