Olahraga

Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Persipura, BDC: Kenapa Bank Papua Tidak Ambil Jalur Hukum?

3
×

Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Persipura, BDC: Kenapa Bank Papua Tidak Ambil Jalur Hukum?

Sebarkan artikel ini
Ketua Black Danger Community, Jansen Kareth

BeritaPapua.co, Jayapura — “Yang buat kami heran adalah, kok Bank Papua tenang-tenang saja dalam situasi ini. Kenapa Bank Papua tidak ambil jalur hukum atas kejadian belum adanya laporan pertanggungjawaban keuangan dari Persipura.”

Demikian keprihatinan itu disampaikan Ketua Black Danger Community (BDC), Jansen Kareth kepada awak media Berita Papua dalam keterangan pers, Jumat pagi, (4/8/23).

Padahal kata dia, ini merupakan sebuah pelanggaran berat, mengapa otoritas terkait tidak menindaklanjuti hal tersebut.

“Kemudian kenapa OJK (Otorisasi Jasa Keuangan) selaku Pengawas atas kinerja Bank Papua juga tidak lakukan apa-apa, padahal jelas ini sebuah pelanggaran, ada apa dibalik ini,” tegasnya.

Jansen mengungkap, hingga sampai saat ini kenapa Persipura belum disponsori, padahal penyerahan laporan keuangan sudah lewat batas waktu.

“Kalau Bank Papua tenang-tenang saja berarti ini bukan sebuah masalah, terus kenapa Persipura tidak dibantu. Kalau ini sebuah masalah kenapa tidak ada tindakan ril, kan bisa dituntut secara hukum, karena sudah lewat batas penyerahan laporan kalau dasarnya adalah Perjanjian Kerja Sama,” ujarnya

“Atau jangan-jangan sebenarnya Laporan itu sudah diserahkan diam-diam kepada Bank Papua tanpa sepengetahuan Persipura. Kalau itu benar berarti Bank Papua memang sudah tidak mau bantu Persipura tapi gunakan alasan laporan, kita bisa menduga seperti itu,” tambahnya.

Bahkan Jansen menyebut, mengapa pihak Bank Papua hanya menunggu laporan tanpa melakukan tindakan hukum terhadap peristiwa tersebut.

“Kemungkinan lainnya adalah, memang ini masalah, tetapi Bank Papua berusaha soft dan masih menunggu laporan tanpa melakukan tindakan hukum. Kalau ini yang terjadi ya kita sayangkan, ini bukan pelajaran yang positif, dan kalau ada pembiaran maka tidak salah kalau kita banyak dengar kredit macet, karena jelas sudah jadi masalah tapi dibiarkan. Sudah saatnya OJK sebagai pengawas yang punya Otoritas untuk masuk benahi semuanya, kalau terus seperti ini pasti akan kacau,” bebernya.

Ketua BDC itu berharap, bisa ada solusi dari Bank Papua agar masalah ini tidak berkembang sehingga pikiran yang lahir dari diskusi-diskusi oleh pihaknya bisa terselesaikan.

‘Kalau punya hati untuk Persipura silahkan pikirkan langkah terbaik dan cepat, tapi kalau sudah tidak punya hati lagi ya, tidak bisa dipaksakan. Bank Papua tidak bersalah, Bank Papua itu badan usaha, tapi siapa yang duduk dan menjabat disana yang menggerakkan semuanya. aneh bin ajaib juga,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)