Papua Barat

Inya Bay Ati Ati: Usulkan Bupati Fakfak Beli Mobil PCR

32
×

Inya Bay Ati Ati: Usulkan Bupati Fakfak Beli Mobil PCR

Sebarkan artikel ini
Inya Bay Ati Ati

Beritapapua.co, Fak-Fak — Jakarta telah dinyatakan merah serta dinyatakan darurat dengan mewabahnya virus Covid-19, Sehingga akan berdampak pada seluruh daerah di Indonesia.

Untuk menyelamatkan masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dari mati konyol gara-gara Wabah Corona Covid-19, mantan Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Inya Bay Ati Ati mengusulkan untuk membeli mobil PCR.

“Kan ada dana recufusing sebaiknya Beli mobil PCR atau mobil PSL yang khusus diperuntukkan mengecek masyarakat setiap waktu secara gratis,” demikian disampaikan Inya Bay Ati Ati tadi malam via WhatsApp Group.

Inya Bay Ati Ati yang juga mengatakan bahwa pembelian mobil tersebut telah dilengkapi semua peralatan canggih, mulai VTM dan segala macam peralatan medis untuk wabah virus Corona Covid-19. Pembelian mobil tersebut dipergunakan oleh Dinas Kesehatan agar semua mulai dari tingkat Kepala Dinas hingga staf tahu.

“Kenapa diberikan kepada Dinas Kesehatan, supaya kepala dinas hingga staf tahu kegunaan bahwa Fakfak telah terditeksi cepat dan tidak tergantung pada swab antigen saja. Di Sumatera saja hampir 20 Kabupaten memiliki mobil tersebut. Dan operasinya juga bagus dan cepat tahu dimana yang kena Covid-19. Ini yang disebut tindakan preventif dan akurat,” katanya.

Inya Bay Ati Ati yang juga Raja Ati Ati bahwa dana recufusing pertama di Pemda Fakfak dianggap tidak jelas peruntukannya oleh mantan bupati sebelumnya. Bahkan dana recufusing digunakan untuk membangun UKM dan lainnya. Padahal yang perlu diadakan adalah alat kesehatan pencegahan Covid-19 seperti KIT, VTM dan antigen. Tapi kenyataannya beda dan di Fakfak swab saja jadi lahan bisnis klinik pribadi. Ini yang salah dilakukan pemerintah daerah Fakfak. Kalau beli mobil 1 unit PSL maka seluruh orang Fakfak hanya mengeluarkan rp 60 ribu sudah bisa terditeksi. “Tapi pemerintah daerah tidak perlu repot lagi. Percuma suntik vaksin, juga ada yang kena dan positif Covid-19 dan mati juga,” terangnya.

Karena itu, lanjut dia, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak sudah dianggap gagal total menangani Covid-19 hingga” bertambah sesuai press realease.
“Pa Gondo (Kadis Kesehatan Fakfak) itu sudah gagal total….dana Recufusing pengadaan barang beliaulah yang Pengguna Anggaran, tapi SPK yg dorang terbitkan tidak tau beli pengadaan Covid-19 beli apa,” kata dia dengan bingung juga.

Untuk tahap kedua, pinta Inya bahwa Bupati Fakfak Untung Tamsil harus melakukan kontrol dana belanja pencegahan Covid-19. Kedua recufusing juga tidak perlu potong gaji pegawai.

“Kalau potong gaji pegawai itu kesalahan besar dan itu yang dilakukan oleh Bappeda Fakfak selama ini. Masukkan saya itu beli mobile PSL harga sekitar rp 9M, itu lengkap. Dan rumah sakit sangat terbantu habis, dan swab antigen tidak ada lagi di perdagangkan, masa org mau naik pesawat, kapal swab lagi bayar Rp.300.000, kalau dengan mobil BSL gratis Pemda Fakfak layani,” pintanya.

(Mulyadi)