BeritaPapua.co, Jayapura — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kabupaten Fakfak bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak bekerjasama melaksanakan kegiatan pelatihan holtikultura bagi warga binaan Bapas Kelas II Fakfak.
Menurut Kepala Bapas Fakfak Angganetha P. Aragai, SH bahwa kegiatan pelatihan bersama instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak merupakan program kerja dari Bapas Kelas II Fakfak. Program tersebut adalah Bimbingan Kemandrian dan Kepribadian.
“Tujuan dari kegiatan tersebut untuk menciptakan Kemandirian bagi klien kami hingga kembali ke keluarga dan ditengah-tengah masyarakat bisa. Mereka yang kami bina adalah warga binaan dari Lapas Fakfak,” demikian dituturkan Angga -sapaan akrab- Kepala Bapas Kelas II Fakfak ditemui wartawan BeritaPapua.co, Rabu (7/7) diruang kerjanya tadi pagi.
Lanjutnya bahwa kegiatan pelatihan yang langsung praktek di lokasi kantor Bapas Kelas II Fakfak adalah cara bercocok tanam secara hidroponik. “Dengan pelaksanaan kegiatan bercocok tanam secara hidroponik tersebut bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat umum, yang hasilnya bisa dijual kepada masyarakat di pasar maupun untuk kebutuhan keluarganya,” lanjut dia.
Selain itu kata dia bahwa tanaman yang ditanam lagi adalah apotik hidup. Sama halnya juga dalam kegiatan tersebut bisa di praktekan lagi di halaman rumah mereka dan hasilnya bisa dijual ke masyarakat,” katanya.
Sementara dua instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Sudarsono dan Ismail mengatakan bahwa pelatihan yang melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak untuk menjadi modal ketrampilan bagi klien binaan Bapas Kelas II Fakfak.
“Kegiatan ini hanya dilakukan tiga hari dengan cara bercocok tanam dari benih hingga besar. Bagaimana hingga hasil yang didapatkan benar-benar memuaskan,” kata keduanya ditemui di lokasi praktek lapangan.
Lanjut keduanya bahwa dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengharapkan agar apa yang warga klien binaan Bapas Kelas II Fakfak bisa dilanjutkan ke tengah-tengah masyarakat khususnya dalam keluarga.
“Lahan Pekarangan rumah mereka bisa diciptakan dengan membuat tanaman hidroponik. Sehingga hasilnya bisa dirasakan keluarga maupun masyarakat umum,” katanya keduanya.
(Aldy)











