Papua Pegunungan

Pesta Rakyat Pamitan ke Masyarakat Jayapura, Gubernur Tabo: Kami Pulang Membangun, Bukan Berpisah

135
×

Pesta Rakyat Pamitan ke Masyarakat Jayapura, Gubernur Tabo: Kami Pulang Membangun, Bukan Berpisah

Sebarkan artikel ini
Tampak pesta rakyat sedang berlangsung. (Foto: Gusti Tanati)

Berita Papua, Jayapura — Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan menggelar pesta rakyat di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (23/4/2025), sebagai bentuk syukur sekaligus berpamitan dengan Provinsi Papua induk setelah resmi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Acara ini digelar usai pelantikan Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (17/4/2025) lalu.

Dihadiri puluhan ribu masyarakat, pesta rakyat ini menjadi simbol Papua Pegunungan sebagai provinsi baru.

Gubernur Jhon Tabo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dukungan doa orang tua dan keberhasilan melewati tantangan pembentukan DOB.

“Kami telah berhasil merebut kota yang ditakuti itu. Kami datang dan mau pulang lagi ke Pegunungan. Jadi, kami pamit,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kepamitan ini bukan berarti memutus hubungan, melainkan langkah untuk fokus membangun wilayah baru.

Jhon Tabo menekankan bahwa meski secara administratif terpisah, masyarakat Papua tetap satu, namun ia mendorong masyarakat untuk bekerja keras menanam sumber pangan demi kesejahteraan bersama.

“Kami orang Papua satu. Hanya persoalan kebun—kebun di gunung dan kebun di sini,” katanya.

Gubernur Tabo menyebut pentingnya pendidikan dan iman dalam memajukan Papua Pegunungan.

“Orang gunung bisa hebat dan maju hanya karena sekolah dan karena Injil,” tegasnya.

Ia juga mengibaratkan pemimpin masa depan seperti Musa yang dipersiapkan Tuhan untuk membawa perubahan.

Mengisahkan perjalanan panjangnya dari nol, Tabo mengajak masyarakat meninggalkan perselisihan dan fokus pada pembangunan.

“Pertandingan sudah selesai, sekarang kita bersatu,” serunya.

Ia menekankan pentingnya kerja nyata, bukan sekadar mimpi.

“Mimpi siang bolong itu penting, tapi harus diperjuangkan jadi kenyataan,” tegasnya.

Tabo meminta masyarakat Sentani tetap mendukung pemimpin daerah kabupaten Jayapura.

“Apa yang sudah Pak Bupati terapkan, ikuti semua. Tujuannya untuk menyelamatkan semua orang di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Tekankan Pentingnya Pendidikan, Adat, dan Persatuan sebagai fondasi kehidupan.

Pahabol mengapresiasi peran Jayapura sebagai tempat yang telah membesarkan generasi Papua melalui pendidikan dan pertumbuhan rohani.

“Kita dibesarkan dengan gizi pendidikan dan tumbuh rohani di sini, serta hidup berdasarkan adat dan agama. Jangan bergeser sedikit pun,” tegasnya.

Ia berharap Jayapura tetap menjadi rumah bagi pembangunan sumber daya manusia hingga “Tuhan Yesus datang.”

Pahabol juga mengumumkan bahwa dirinya bersama Gubernur akan segera melakukan kunjungan kerja ke-8 kabupaten.

Ia mengakui bahwa segala pengorbanan masyarakat dalam acara tersebut tidak dapat dibalas secara materi, namun yakin “Bapa di surga akan kembalikan semuanya.”

“Tuhan akan pakai setiap pribadi, rumah tangga, suku, dan wilayah, terutama kabupaten Jayapura, Sarmi, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Biak-Supiori, serta Serui-Waropen,” ujarnya.

Meski Papua kini terbagi menjadi enam provinsi berdasarkan Undang-Undang, Pahabol menegaskan bahwa masyarakat Papua harus tetap bersatu.

“Provinsi sudah dibagi 6, tapi orang Papua jangan terbagi 6. Karena Tuhan tetap ada di atas Tanah Papua,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)