Papua Pegunungan

Banjir Parah di Jayawijaya Ditetapkan Status Darurat, Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

238
×

Banjir Parah di Jayawijaya Ditetapkan Status Darurat, Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Sebarkan artikel ini
Tampak foto dari atas pesawat terlihat banjir merendam beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya.

Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menetapkan status darurat bencana untuk banjir yang melanda Kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua Pegunungan sejak Jumat (25/4/2025). Ini merupakan kali pertama kota yang dijuluki “Lembah Baliem” ini mengalami bencana banjir terparah sejak berdirinya Ibu Kota Jayawijaya.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyatakan bahwa bencana ini harus ditangani secara serius.

“Kami melihat bencana ini serius dan baru awal terjadi. Kami mohon pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk membantu mengatasi bencana ini,” ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (26/4/2025) malam.

Pahabol menjelaskan, dampak banjir tidak hanya melanda Kota Wamena, tetapi juga beberapa distrik di sekitarnya.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, SE, MM.

“Kami belum mendapat data resmi dari pemerintah kabupaten, tetapi dari laporan, meluapnya Kali Baliem dan Kali W menyebabkan rumah warga rusak berat. Kota Wamena banjir di mana-mana, bahkan beberapa distrik juga terendam,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Jayawijaya untuk penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.

“Kami minta kolaborasi bersama untuk mengatasi bencana ini, baik dalam hal tata ruang wilayah maupun sanitasi yang lebih baik guna mencegah terulangnya bencana di masa depan,” tegas Pahabol.

Mantan Bupati Yahukimo dua periode ini mengungkapkan bahwa tata ruang Kota Wamena belum tertata dengan baik, termasuk pengelolaan aliran Kali Baliem.

“Selama ini, penataan tata ruang kota dan wilayah kurang jelas, termasuk aliran air di sepanjang Kali Baliem. Kami meminta pemerintah pusat membantu membangun kanal atau talud di sepanjang sungai untuk mencegah banjir di masa depan,” imbuhnya.

Pahabol juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan berterima kasih kepada Pemkab Jayawijaya yang telah bergerak cepat menangani dampak banjir.

“Untuk bantuan korban, kami dan pemkab akan bertanggung jawab. Namun, untuk penataan tata ruang dan perumahan warga terdampak, kami mohon dukungan pemerintah pusat,” pungkasnya.

(Redaksi)