Papua Pegunungan

DPR Papua Pegunungan Kritik Perayaan HUT Ke-23 di Ibu Kota Oksibil Sepi, Momentum Pesta Rakyat Pegubin Tak Tepat

0
×

DPR Papua Pegunungan Kritik Perayaan HUT Ke-23 di Ibu Kota Oksibil Sepi, Momentum Pesta Rakyat Pegubin Tak Tepat

Sebarkan artikel ini
Tampak Anggota DPRP Papua Pegunungan Apia Lepitalen, S.IAN., M.M. yang juga Ketua Partai Gerindra Pegunungan Bintang (kiri) bersama Ketua Fraksi Demokrat DPRP Papua Pegunungan Tarius Mul, S.Sos. saat memberikan pernyataan pers di Sentani Jayapura.

Berita Papua, Sentani — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Pegunungan Bintang pada 12 April 2026 menuai sorotan tajam dari DPR Provinsi Papua Pegunungan.

2 anggota dewan menilai pelaksanaan peringatan tidak terpusat di ibu kota kabupaten, Oksibil, dan justru dicampur dengan agenda lain yang dinilai tidak tepat waktu.

Ketua Fraksi Demokrat DPR Papua Pegunungan, Tarius Mul menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya peringatan HUT.

Namun, ia mengkritisi adanya kegiatan di luar rangkaian HUT yang berlangsung bersamaan.

“Kesan yang kurang bagus saat HUT Kabupaten Pegunungan Bintang 2026 ini, kenapa ada kegiatan lain selain perayaan HUT. Hari ulang tahun kabupaten maka harus fokus. Semua acara berlangsungnya harus ada di kabupaten, tidak bisa kita bikin kegiatan lain di luar dari ulang tahun itu,” ujar Tarius di Sentani, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kegiatan pemulihan yang dilakukan pemerintah di Distrik Kiwirok pada momen HUT dinilai kurang tepat. Meskipun kehadiran pemerintah di daerah konflik patut diapresiasi, waktu pelaksanaan dianggap salah karena memecah perhatian.

“Kami berterima kasih atas kehadiran pemerintah di Kiwirok untuk memulihkan daerah konflik, melayani rakyat, dan mengumpulkan masyarakat. Tapi momennya yang kurang pas,” tegasnya.

Tarius menjelaskan bahwa jika pemulihan dilakukan di Kiwirok, maka keadilan menuntut kegiatan serupa juga digelar di distrik rawan konflik lainnya seperti Okso, Borme, dan Okbab.

Ia juga memperingatkan potensi kecemburuan sosial jika HUT tidak dilaksanakan di ibu kota kabupaten.

“HUT untuk seluruh rakyat Pegunungan Bintang. Merayakan hari jadi kabupatennya harus di ibu kota kabupaten, di mana ada SK kabupaten. Tidak bisa di luar. Kalau di luar, konsekuensinya akan ada kecemburuan dari distrik ke distrik, dari suku ke suku, dari agama ke agama. Nanti bisa terjadi konflik di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Gabungan Perubahan DPR Papua Pegunungan sekaligus Ketua Partai Gerindra Pegunungan Bintang, Apia Lepitalen. Ia mengungkapkan kekecewaan masyarakat karena suasana Oksibil saat HUT terasa sepi dan tidak meriah.

“Kemarin ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang suasananya tidak jelas. Oksibil sunyi senyap, tidak ada gerakan tambahan dan tidak ada warna ulang tahun. Itu kesan yang kurang baik,” ungkap Apia.

Ia menegaskan bahwa 12 April seharusnya diisi dengan doa syukur, sedangkan pada 13 April seluruh pihak berkumpul merayakan HUT di ibu kota. Namun, Bupati dan jajarannya justru mengambil langkah pemulihan di Kiwirok pada waktu yang sama.

“Bupati dengan jajarannya mengambil langkah untuk pergi pemulihan. Itu sah-sah saja. Namun kemarin hanya saja salahnya itu ambil waktunya yang tidak tepat. Lebih bagus kita sarankan ada momen lain untuk konsolidasi di daerah konflik,” ujarnya.

Apia juga menekankan pentingnya keadilan kehadiran pemerintah di semua distrik. Jika pemulihan sudah dilakukan di Kiwirok, maka distrik lain seperti Oksob, Okbab, Borme, Bime, dan Eipumek juga harus mendapat perhatian serupa. Ia menambahkan bahwa HUT ke-22 yang digelar pada 12 April 2026 lalu membuat masyarakat tidak puas karena tidak merasakan euforia perayaan.

“Yang jelas, hari ulang tahun pada 12 April 2026 itu membuat masyarakat tidak puas dan tidak merasakan. Ke depan tidak boleh lagi. Kegiatan HUT seharusnya di ibu kota supaya masyarakat rasakan dan hadir di Pegunungan Bintang. Itu momen yang kita manfaatkan agar masyarakat merasakan mereka punya kabupaten,” pungkas Apia.

Ke-2 anggota DPR sepakat mengimbau pemerintah daerah ke depan untuk memusatkan seluruh rangkaian HUT di ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil, tanpa campuran agenda lain, demi menjaga rasa keadilan dan kebersamaan seluruh masyarakat.

(Yan Mofu)