Berita Papua, Timika — Merah Putih berkibar megah di tengah bukit-bukit hijau Kampung Banti, menandai perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang penuh khidmat.
3 pemuda yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) berhasil menarik perhatian ratusan peserta upacara dengan penampilan yang memukau di lapangan kampung, Jumat (23/8/2025).
Kampung Banti yang berjarak sekitar 5 kilometer dari area operasi PT Freeport Indonesia (PTFI), Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menjadi saksi bisu kemeriahan perayaan kemerdekaan yang melibatkan kolaborasi antara perusahaan tambang dan masyarakat lokal.
Linus Natkime yang bertugas mengerek bendera, Mila Magai pembawa baki bendera merah putih, dan Alopinus Natkime pembentang bendera, tampil dengan penuh percaya diri dalam upacara yang dihadiri sekitar 280 peserta. Mereka yang berasal dari masyarakat kampung, perwakilan karyawan PTFI, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Kami berlatih setiap hari untuk mempersiapkan upacara pengibaran bendera. Kami sangat bersyukur di peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, semua masyarakat kampung bisa melihat bendera Merah Putih berkibar di sini,” kata Alopinus yang sehari-hari bekerja di kebun.
Upacara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIT ini dipimpin oleh Sekretaris Distrik Tembagapura Thomas Bauw sebagai Inspektur Upacara, Wakil Komandan Pos Banti Serda Junaidin sebagai Komandan Upacara, dan Batuud Koramil Tembagapura Pelda Simbolon sebagai Perwira Upacara.
Pelatih Paskibra Kampung Banti, Serda Junaidin dari Satgas Yonif 301/Pks, mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat ketiga pemuda tersebut.
“Kenapa kami bisa menyampaikan seperti ini karena pada saat kami membuat kesepakatan jadwal latihan dari hari Senin sampai hari Sabtu mereka datang dengan penuh semangat,” ujarnya.
Meskipun tanpa latar belakang kemampuan baris-berbaris, Mila Magai dan teman-temannya menunjukkan semangat tinggi untuk belajar. Latihan dimulai dari dasar-dasar Peraturan Baris-berbaris (PBB) seperti jalan di tempat, hadap kiri, dan hadap kanan.
Pratu Auliaurahman, pelatih lainnya, menjelaskan bahwa latihan dilakukan selama dua pekan sebelum pelaksanaan upacara, dengan jadwal pukul 07.30-10.30 WIT, enam hari dalam seminggu.
“Mereka berlatih enam kali dalam satu pekan, yakni hari Senin hingga hari Sabtu,” katanya.
Senior Vice President Community Development PTFI Nathan Kum menjelaskan bahwa Freeport Indonesia secara rutin mengadakan perayaan ulang tahun kemerdekaan RI bersama warga Kampung Banti setiap tahunnya. Berbagai kegiatan digelar mulai awal Agustus, termasuk bersih kampung, pengecatan gapura, pemasangan bendera merah putih, lomba-lomba, dan bazar kebutuhan pokok.
“Upacara kemerdekaan RI ini memperkuat nasionalisme, kebersamaan, dan sekaligus menunjukkan kekuatan kita yang dapat hidup harmoni dalam keberagaman,” kata Nathan.
Perayaan tidak berhenti setelah upacara pengibaran bendera. Kemeriahan berlanjut dengan pemotongan tumpeng simbolis, makan bersama, pembagian hadiah juara perlombaan, doorprize, dan pesta rakyat berupa pertunjukan band pemuda Banti dan karyawan PTFI serta Tari Yosim Pancar (Yospan) yang dipersembahkan karyawan dan tenaga kesehatan Rumah Sakit Waa Banti.
Nathan mengapresiasi kolaborasi PTFI dengan aparat Distrik, Polsek, dan Danramil Tembagapura yang membuat peringatan HUT ke-80 RI berjalan lancar. “Para karyawan berkolaborasi dengan berbagai divisi kerja yang ada di PTFI, tenaga pengajar, tenaga kesehatan, komunitas Papuan Engineer, Satgas Tergelar dan masyarakat Banti,” pungkasnya.
(Redaksi)











