Papua Tengah

Anggota DPR Papua Tengah Temukan Masyarakat Dogiyai Bayar Biaya Angkutan 2 Kali Lipat

0
×

Anggota DPR Papua Tengah Temukan Masyarakat Dogiyai Bayar Biaya Angkutan 2 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Tampak Anggota DPR Papua Tengah, Yones Waine meninjau langsung kegiatan transportasi Kampung Putapa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

Berita Papua, Nabire — Anggota DPR Papua Tengah, Yones Waine, menemukan fakta mengejutkan dalam kunjungan kerja Reses tahap II di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Dalam kunjungannya, masyarakat di wilayah tersebut harus menanggung beban biaya transportasi 2 kali lipat akibat minimnya infrastruktur jalan dan jembatan.

Berdasarkan temuan Waine, akses jalan dari ibu kota menuju Distrik Kamuu Selatan terputus di Kampung Putapa, Distrik Kamuu Induk. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk menggunakan 2 moda transportasi berbeda dalam 1 perjalanan, yakni kendaraan bermotor hingga titik terputus, kemudian dilanjutkan dengan jasa pikul sejauh 5 kilometer.

“Akses pembangunan jalan dan jembatan sangatlah penting untuk diprioritaskan demi kelancaran peningkatan kualitas ekonomi rakyat Kabupaten Dogiyai,” ungkap Waine dalam keterangan pers, Kamis (15/8/2025).

Menurutnya, dampak buruknya infrastruktur ini tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga menghambat distribusi bantuan pemerintah. Seluruh bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dinas Sosial dan material pembangunan dari Dana Desa harus ditumpuk di ujung jalan yang masih bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, Ia menjelaskan, masyarakat kemudian harus bergotong royong memikul bantuan tersebut sejauh 5 kilometer hingga mencapai Distrik Kamuu Selatan. Namun, biaya jasa pikul yang tinggi membuat target pembangunan desa sulit tercapai optimal.

Waine menekankan bahwa pembangunan jalan ini telah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Tengah setelah pemekaran dari Provinsi Papua induk. Sebelumnya, jalan tersebut berstatus jalan provinsi induk.

Ia juga berharap dengan terealisasinya pembangunan infrastruktur ini, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dari APBD Kabupaten Dogiyai dapat berjalan lebih optimal, serta mendorong perekonomian masyarakat setempat.

“Akses jalan ini perlu diprioritaskan dalam anggaran tahun 2026, agar masyarakat Distrik Kamuu Selatan tidak lagi mengalami pembayaran angkutan 2 kali lipat,” pungkas Yones Waine.

(Renaldo Tulak)