Papua Tengah

Ketua DPRK Puncak Ajak Mahasiswa Jadi Pionir Perubahan Kunci Majunya Kabupaten

0
×

Ketua DPRK Puncak Ajak Mahasiswa Jadi Pionir Perubahan Kunci Majunya Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Tampak Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni memberikan sambutan di acara syukuran bakar batu di Jayapura.

Berita Papua, Jayapura – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Thomas Tabuni, mengajak mahasiswa asal Puncak yang menempuh pendidikan di Jayapura untuk menjadi pionir perubahan.

Ia menegaskan, pendidikan adalah kunci utama kemajuan Kabupaten Puncak, terutama dalam menekan konflik perang suku.

Ajakan itu disampaikan Tabuni dalam kegiatan bakar batu bersama mahasiswa dan masyarakat asal Puncak yang berdomisili di Jayapura, Kamis (17/6/2026), setelah rampungnya sidang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang baru saja disahkan.

“Kalau mahasiswa, kami sangat mengharapkan supaya mereka benar-benar belajar yang serius sehingga mereka itu aset kita, aset masa depan Puncak, aset daripada rakyat Papua dan Puncak,” ujar Tabuni.

Ia menegaskan, tanpa pendidikan, Kabupaten Puncak akan sulit maju. Tabuni bahkan menyebut faktor pendidikan berpengaruh terhadap tingginya angka keributan dan perang suku di wilayah itu.

“Jadi Puncak itu tanpa pendidikan tidak akan pernah maju. Apapun masalah, apapun kepimpinan, sepanjang orang Puncak tidak sekolah, sepanjang orang Puncak tidak berkuliah yang baik, tidak akan pernah maju,” katanya.

“Karena itu juga akan dapat mempengaruhi angka keributan peperangan. Keributan perang itu kan, ini perang suku ya, terlepas dari yang lain,” lanjutnya.

Menurut Tabuni, pelaku perang suku umumnya berasal dari kalangan yang tidak mengenyam pendidikan formal. Karena itu, ia berharap mahasiswa mengambil peran sebagai pionir perubahan dengan memberikan hal-hal positif kepada orang tua di kampung.

“Kalau perang suku ini kan orang-orang yang backgroundnya orang tidak bersekolah, orang-orang tua,” ujarnya.

“Jadi tadi saya sampaikan di sini untuk mahasiswa itu menjadi pionernya. Mereka bisa mampu memberikan hal-hal positif terhadap orang tua kita di kampung sehingga kerap kali terjadi perang suku hanya gara-gara perempuan, gara-gara pencurian. Itu bisa juga bisa menekan turun,” kata Tabuni.

Kegiatan bakar batu sendiri, kata Tabuni, merupakan ritual adat yang lazim dilakukan masyarakat Papua, khususnya di wilayah pegunungan, sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

“Ini ritual yang biasanya lakukan oleh kita setiap orang Papua, terutama di gunung ya,” ujarnya.

Acara ini juga digelar di tengah kondisi sejumlah kantor dan fasilitas pemerintah di Puncak yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan. “Kantor-kantor kami, fasilitas juga ikut terjadi kerusakan akibat dari kerusuhan,” katanya.

Tabuni menyebut kegiatan masak dan makan bersama itu sebagai penutup sebelum rombongan DPRK kembali ke Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak. Acara tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat Puncak di Jayapura, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, sejumlah kepala dinas, hingga pimpinan DPR.

“Jadi kegiatan hari ini, ini bagian dari sebelum kami kembali ke Ilaga masak dan makan bersama,” ujarnya.

“Di sini juga ada beberapa kepala dinas juga telah hadir, pimpinan DPR,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa bakar batu tersebut merupakan bagian resmi dari agenda kerja DPRK Puncak setelah sidang paripurna perubahan APBD.

“Jadi ini kegiatan murni daripada kita DPR, rangkaian dari kegiatan sidang perubahan kita kemarin,” katanya.

Tabuni berharap, usai kegiatan itu, rombongan segera kembali ke Puncak untuk mengawal pelaksanaan APBD Perubahan yang telah disahkan.

“Semoga saja dengan acara bakar batu ini kita segera kembali ke Puncak untuk mengawal ABBD perubahan yang telah kami sahkan,” ujarnya.

Meski mengakui upaya menjadikan mahasiswa sebagai pionir perubahan membutuhkan proses panjang, Tabuni menekankan langkah itu harus dimulai sejak sekarang.

“Walaupun itu waktunya butuh waktu proses yang lama, tapi kenapa tidak dari sekarang kita lakukan itu,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *