Jayapura, Beritapapua.co – Untuk membangun kembali perkantoran yang rusak akibat demontrasi rusuh di kota Jayapura, Papua, pekan kemarin, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan sekitar Rp100 miliar dari dana APBN 2019,
Anggaran sebesar itu, diperuntukan membangun baru serta memperbaiki perkantoran yang rusak, seperti Kantor MRP, Bengkel Lapas Abepura, Kantor Bea Cukai, Kantor KPU Papua, Kantor Telkomsel, Kantor Komnas HAM dan Kantor Antara.
Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, mengatakan telah menginstruksikan PT PP untuk memulai pembangunan perkantoran yang rusak, di Jayapura, Selasa (3/9/2019).
Pihaknya berharap pembersihan seluruh perkantoran yang rusak, dapat selesai pada minggu berjalan ini.
Selain membangun kembali perkantoran pemerintah yang rusak, Menteri PUPR memastikan negara siap memberi bantuan stimulan kepada warga yang rumah atau tempat usahanya, dibakar pendemo.
“Saya sudah melihat kerusakan dari warga, apakah ruko, rumah atau tempat jualan yang dirusak. Baik di Entrop dan depan Pelabuhan Jayapura, saya sudah lihat semuanya bahkan sudah telpon dengan Sekertaris Kabinet, yang mana hal ini telah dilaporkan kepada Presiden. Kemudian sudah disetujui bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diberikan bantuan stimulan”. Tutur Basuki
Ia menilai soal besaran bantuan, menunggu sidang kabinet di Jakarta,
akan diputuskan besarannya bersama pimpinan dan pihak terkait dengan disesuaikan pada tingkat kemahalan.
“Yang pasti nilai bantuan stimulan ini diputuskan besok. Tapi secara umum Presiden setuju untuk bantu warga yang kena dampak,” bebernya.
(Redaksi)











