Papua

379 Warga Yapen Rapid Tes, 11 Reaktif, 310 Orang Siap Pulang Serui

11
×

379 Warga Yapen Rapid Tes, 11 Reaktif, 310 Orang Siap Pulang Serui

Sebarkan artikel ini
Warga Saireri (Kepulauan Yapen) Tengah mengikuti Rapid test masal di penampungan BMD

Jayapura, BeritaPapua.co — Proses Pemulangan Warga Saireri di Jayapura terdampak Lockdown akibat Pendemi Covid-19 hingga kini masih berlangsung Khususnya yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Yapen.

Jumat (03/07) bertempat di Kediaman Boy Markus Dawir, jalan Kali Hanyaan, Entrop Kota Jayapura,10 Orang Petugas Medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua melakukan Rapid Test dengan ketersediaan alat Rapid sebanyak 500 unit, untuk melakukan pemeriksaan reaktif covid 19 kepada Warga Kabupaten Yapen, yang masih tersisa di Jayapura.

Dari hasil pemeriksaan yang diperkirakan kurang lebih lima ratus warga, hanya 379 warga yang mengikuti Rapid Tes di Kediaman BMD, dan Hasilnya 11 orang Reaktif, mereka ini akan dibawa oleh Tim guna pemeriksaan Lebih lanjut di Labkesda Provinsi Papua dan mereka siap untuk di Periksa Kesehatannya demi mendapat Peluang untuk berangkat, ke Kampung halaman.

Sedangkan untuk saat ini yang memperoleh Tiket dari Pelni untuk berangkat Selasa mendatang baru mencapai 310 warga, kemungkinaan ada penambahan tetapi sedang di Proses,” Ungkap Ifan Torobi selaku koordinator warga di Saireri kepada Wartawan Jumat (03/07).

Ifan Torobi (Koord tim Pemulangan warga Yapen)

Sementara itu di sela-sela melakukan Rapid Tes, Marsellina Taran Wanita Paru baya yang telah memiliki cucu ini menyebut bahwa dirinya ke Jayapura untuk menghadiri sang anak wisuda dan itu sejak 14 Maret hingga kemarin. Namun karena ada pembatasan akses penerbangan dan Kapal laut akhirnya ia dan masyarakat dari Distrik Teluk Ampimoi banyak yang tertahan tak bisa pulang. “Jangan larang-larang, anak saya yang SMP selalu telepon menangis tanya saya. Belum mereka yang punya anak dan suami.  Disini kami makan sangat Kurang dan tak ada pendapatan karena tak bisa bekerja, jadi pulangkan kami semua,” Ujarnya.

Senada juga disampaikan Kristina Merasi yang meminta jangan dibatasi. “Kalau mau batasi itu mahasiswa sebab mereka pulang tidak ada kepentingan sedangkan kami disana ada anak dan suami yang harus kami urus, jadi jangan batasi kepulangan kami seenaknya,” cecar Kristina. Ia meminta Bupati Yapen, Toni Tesar untuk berjiwa besar menerima kedatangan masyarakatnya. Apalagi mereka juga siap untuk dilakukan karantina kalaupun akhirnya dalam perjalanan terjadi perubahan kondisi kesehatan dan dinyatakan reaktif.

Karantina silahkan saja, kami siap. Mau 14 hari atau 30 hari kami siap, yang penting kami pulang ke kampung,” beber Kristina. Silviana  Kaiba juga menyampaikan pesan serupa. “Sulit hidup di Jayapura, tidak bisa apa apa dan kami kesini bukan untuk main – main tapi ada hal yang harus diselesaikan sehingga kalau ada pembatasan pemulangan itu kami sulit menerima, pemerintah di Serui harus memahami ini dan jelek jelek begini kami ini yang memiliki bupati dan wakilnya sekarang jadi harus ikut berfikir kesulitan kami,” tambah Kaiba. Sementara koordinator pemulangan warga Saireri.

(Red)