Jayapura, BeritaPapua.co — 400 Warga Biak yang tersisa dalam Proses pemulanggan Masyarakat Saireri terdampak Lockdown di Jayapura sangat Prihatin Kondisinya.
Di mana mereka hingga saat ini masih tertampung pada asrama mahasiswa Kabupaten Biak Numfor yang berada di Organda Padang bulan persis depan kampus USTJ Kota Jayapura, Karena belum mendapat giliran berangkat oleh Tim Pemulangan.
Hal ini mendapat tanggapan dari salah seorang Mahasiswa senior yang menetap di Asrama Fery Rumbrar.
Menurut Fery, Pengaruh Pembatasan sosial akibat Pendemi Covid-19 membuat rekan-rekan mahasiswa Biak di Asrama sedikit kewalahan. Di mana sejak bulan April hingga saat ini mereka bertugas sebagai relawan membantu Tim dan Para senior Anggota DPRP, MRP wilayah adat Saireri, kemudian para senior yang di Percayakan beberapa kepala daerah serta rekan-rekan Pemuda lainnya,”Ungkap Fery kepada media ini di Asrama Biak Sabtu (05/07).
Dirinya tambahkan Keterlibatan para senior ini sangat membantu Pemerintah daerah di 4 Kabupaten wilayah Saireri, dalam mengembalikan Warga mereka kembali ke daerah masing-masing akibat Lockdown di Jayapura, baik masalah Makan minum maupun Proses administrasi sebagai syarat untuk bisa berangkat.
“Awal rapid tes pertama Warga Saireri pada tanggal 24-25 Mei silam, sampai akhir bulan Juni kemarin, Kerja Tim cukup baik dan lancar dengan Dukungan Para senior yang di Motori Boy Markus Dawir. Dimana telah melakukan lobi-lobi ke Pemerintah provinsi hingga Ribuan Warga Saireri dapat tertolong dengan berbagai Bantuan Bahan makanan yang diberikan Pemprov untuk bertahan hingga 80 persen warga berhasil di pulangkan ke daerah asalnya masing-masing antara lain Biak Numfor, Supiori, Yapen dan Kabupaten Waropen,”Katanya.

“Khusus untuk Kabupaten Biak Numfor, kurang lebih 400 warganya Masih tertahan dan belum bisa berangkat, sehingga Mewakili mahasiswa Biak di jayapura Fery sangat Berterima kasih kepada Bupati Herry Ario Naap yang telah membantu proses pemulangan dengan mengirimkan dua Kapal perintis beberapa waktu lalu.”
Fery Rumbrar harap bapak Bupati juga bisa melihat yang masih tersisa 400an yang sementara tertampung di Asrama Biak dan sangat membutuhkan penjelasan keberangkatan mereka yang tertunda, karena waktu menunggu mereka juga akan berdampak pada persoalan Makan minum.
“Harapan kepada para senior yang di percayakan oleh Bupati Biak dan tiga Bupati lainya, Seperti Pdt.Jhon Baransano, Adolof Baransano dan Yohanis Ronsumbre, sedangkan untuk Kabupaten Supiori Roni Manufandu, Yonas Nusi Kordinator Waropen, Ifan Torobi Kordinator Yapen untuk memulangkan Warganya dapat Transparan dalam memberikan Informasi kepada masyarakat yang ada tersisa, baik terkait Waktu pemulangan mereka, maupun hal-hal teknis lainya. Karena ini merupakan kerja kemanusiaan jadi tidak boleh siapapun mengambil keuntungan dari kerja-kerja seperti begini.
Kami Mahasiswa sendiri hanya bisa membantu dengan menyiapkan Asrama sebagai tempat nginap warga, terkait dengan makan minum kami terbatas. Untuk itu mari sama sama kita bantu menenangkan kegelisahan warga yang masih tersisa,”Ungkap Fery Rumbrar.
Sementara itu saat di Konfirmasi Via telpon Selaku Anggota DPR Papua dan MRP wilayah Saireri Boy Markus Dawir mengatakan Mereka selalu siap untuk membantu masyarakat siapa saja baik wilayah Saereri maupun masyarakat Indonesia lainnya tanpa memandang Suku, Ras dan Golongan.
(Red)











