Jayapura, BeritaPapua.co — “Sudah beredar di media katanya saya tidak buat makalah, padahal itu kan makalah kita sama-sama disana dan yang menilai adalah tim bukan saya pribadi. Jadi sangat tidak mungkin ada Bahasa bilang sa sudah bikin, saya belum bikin itu kan tidak mungkin. Pada prinsipnya kami semua sudah bikin makalah,” bantah Demianus Siep menolak tudingan itu.
Menurut Siep, yang di temui di kantor Sekretariat MRP di Kotaraja, Kota Jayapura siang tadi (20/07) menerangkan bahwa pada tes wawancara itu masing-masing orang pertanggungjawabkan argumen dari makalah itu.
“Jadi kalau terkesaan ada salah satu calon tidak buat makalah itu tidak benar, semua kita bikin dan saya berani bilang begitu karena ada tim yang menilai,” Bebernya.
“pilihan presiden jatuh pada siapa dari kita bertiga, apakah pak Doren, ataukah saya maupun pak Flassy, saya akan berjiwa besar tuk menerima hasil keputusan nanti. Pak Doren itu saya, begitu juga sebalikya kemudian pak Flassy juga demikian, kita bertiga tidak berbeda karena kita sama-sama orang Papua,” jelas pria yang sedang menjabat sebagai sekretaris Majelis Rakyat Papua.
Diakuinya bahwa sebagai seorang Pamong jebolan APDN ilmu pemerintahan siapapun orangnya, yang terpenting adalah bagaimana caranya kita membangun dan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, dalam hal ini tugas gubernur menghadapi sejumlah persoalan di Papua, terutama dibidang administrasi dan pelayanan pemerintahan daerah.
Sebelumnya beredar informasi lewat media online bahwa terjadi proses seleksi yang tidak transparan dan berpotensi tinggi menimbulkan konflik, karena dituding bahwa telah terjadi kecurangan dalam proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sekretaris daerah Papua. Salah satu peserta tidak menyiapkan makalah sama sekali tapi dinyatakan lolos sebagaimana hasil pengumuman pansel No. 005/PANSEL-JPTM/2020 pada tanggal 11 juli 2020 lalu.
(Red)











