Papua

Tersinggung Pernyataan Legislator DPR-RI KW, Bupati Mamteng Angkat Bicara

22
×

Tersinggung Pernyataan Legislator DPR-RI KW, Bupati Mamteng Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak

BeritaPapua.co, Jayapura —  Tersinggung dengan statement Anggota DPR-RI, Komarudin Watubun di acara Rakorda KNPI Provinsi Papua di hotel Horizon Kotaraja, Kota Jayapura pada Jumat 23 April 2021 lalu, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) sontak angkat bicara.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengaku bahwa sikap protesnya ini dilayangkan usai menonton isi rekaman pernyataan dari anggota DPR-RI Komarudin Watubun.

Ham Pagawak menjelaskan pernyataan Komarudin Watubun yang menyinggung kinerjanya sebagai Bupati Mamberamo Tengah

“Menilai kinerja dan sempat menyinggung kabupaten Mamberamo Tengah. Saya mau tanya kapan pak Komarudin Watubun ke Mamberamo Tengah, sehingga ada punya statement pernyataan sebut Bupati Mamberamo Tengah kerja di hotel di Jayapura,” ungkap RHP di sekretariat Partai Demokrat Papua, di Kota Jayapura, Senin (10/5).

RHP dengan tegas mengatakan bahwa Komarudin Watubun belum pernah menginjakkan kaki di kabupaten Mamberamo Tengah jangan banyak bicara.

“Kalau tidak pernah ke Mamberamo Tengah, tidak usah kau ngomong. Kau bukan orang Papua,” pungkasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa dana Otsus Rp.170 Milyar untuk Kabupaten Mamberamo tengah jelas peruntukannya.

“107 Milyar sudah diatur peruntukannya ke bidang-bidang, kesehatan 30%, pendidikan 25%, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, afirmasi, infrastruktur, itu sudah diatur dari provinsi kita tinggal melaksanakan saja,” ungkapnya.

Bupati RHP mengatakan bahwa Ia siap diperiksa terkait dana Otsus yang telah dipakai oleh Pemkab Mamberamo Tengah.

“Saya sangat setuju dana Otsus yang pernah masuk ke kabupaten kota, silakan masuk hari ini, saya siap tantang,” tegas RHP.

RHP menjelaskan bahwa sementara membangun kantor baru sementara kantor lama tidak diurus.

“Tahu kah tidak, hari ini saya lagi bangun kantor. Kalo kantor lama rumput tinggi itu memang betul, karena lagi bangun kantor. Satu, dua bulan kedepan akan diresmikan,”

Protes keras RHP mengatakan legislator DPR-RI itu jangan asal bicara.

“Kita kerja di daerah bukan main-main, jadi kalo anda Anggota DPR perwakilan Papua, ngomong itu ko turun ke daerah baru ngomong. Jangan datang di Jayapura saja baru ngomong,”

“Suara yang anda pakai duduk di DPR-RI adalah suara orang Papua, bukan suara dari kampung anda,” tegasnya.

Pagawak mengatakan bahwa hal ini merupakan pembunuhan karakter terhadap dirinya.

“Ini satu pembunuhan karakter terhadap saya. Saya ini salah satu tokoh Demokrat yang semua orang kenal dengan apa yang sementara saya kerja,” ujarnya.

Ia sangat setuju dikoreksi oleh DPR-RI namun pernyataan tersebut harus dipertanggungjawabkan.

“Saya setuju harus dikoreksi oleh DPR-RI namun anda siap pertanggungjawabkan pernyataan itu,” tuturnya.

RHP menjelaskan selama 3 tahun dana Kabupaten Mamberamo Tengah dipangkas untuk penyelenggaraan PON XX.

“Jadi selama 3 tahun dipotong untuk PON sekitar 100 sekian milyar. Akhirnya kita punya mahasiswa yang kita dukung mereka, pembayaran kontrakan mereka, studi mereka, afirmasi terkendala,” ungkapnya.

(Red)