BeritaPapua.co, Serui — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Serui Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022, Jumat(3/12/2021).
Bertempat di aula KPPN Serui, Penyerahan DIPA dan TKDD tahun anggaran 2022 ini diserahkan kepada 32 satker yang berada di Kabupaten kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen.
Sedangkan menandai penyerahan DIPA dan TKDD tahun Anggaran 2022 ikut dilakukan penyematan tanda pin gerakan anti korupsi oleh Bupati kepulauan Yapen dan Kepala KPPN Serui, Noegroho secara bersamaan diikuti oleh para kuasa pengguna anggaran yang turut hadir dan selanjutnya dilakukan penandatanganan pakta integritas dan komitmen kinerja penerima DIPA 2022.
Kepala KPPN Serui, Noegroho mengatakan pada tahun anggaran 2022 telah diterima sebanyak 32 DIPA dengan nilai sebesar 212,8 milyar, Adapun total transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 yang diserahkan sebesar 1 Trilyun 943 Milyar yang terdiri dari Dana perimbangan, Dana insentif daerah dan Dana Otonomi Khusus untuk kabupaten kepulauan Yapen sebersar 1 Trilyun 73 milyar dan Kabupaten Waropen sebesar 870,2 milyar.
Pada kesempatan itu Noegroho menyampaikan beberapa hal penting dalam Penyerahan DIPA tahun 2022, diantaranya Pertama bahwa KPPN Serui telah dilakukan penilaian melaksanakan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) oleh tim penilai nasional Kemenpan RB.
“KPPN Serui tinggal menunggu pengumuman hasil sidang penilaianya dan KPPN Serui ingin memyebarkan virus WBK ini ke satker-satker lain,” ucap Noegroho.
Kedua, Dalam rangka langkah-langkah menjelang akhir tahun anggaran 2021 yang tinggal 17 hari kerja lagi selesai agar dapat menyelesaikan pelaksanaan anggaran 2021 dengan sebaik-baiknya.
“Sampai bulan November 2021 penyerapan anggaran oleh satker maupun instansi vertikal dilingkungan KPPN Serui, Dari pagu dana 165,8 milyar penyerapan masih berada kisaran 131,7 (79,48%) dan ada dana sekitar 34 milyar lebih belum direalisasikan sehingga diharapkan dalam tiga Minggu kedepan capaian bisa mencapai 95 persen,” jelas Noegroho.
Sedangkan untuk penyaluran dana DAK Fisik dan Dana Desa tahun 2021, dari pagu dana 398 milyar lebih, telah dilakukan penyaluran sebesar 295,8 milyar (74,27%) masih tersisa 102 milyar lebih dana DFDD yang masih akan disalurkan melalui KPPN Serui.
Ketiga, Ditjen perbendaharaan telah menciptakan sistem baru yang dinamakan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) saat ini sedang dilaksanakan rollout SAKTI sebagai aplikasi utama satker di tahun 2022 dan Aplikasi yang lama yaitu SAS (Sistem Aplikasi Satker) hanya digunakan sampai akhir tahun anggaran 2021.
Keempat, Sebagai upaya untuk membangkitkan UMKM, Ditjen perbendaharaan sedang memperluas penggunaan Marketplace pemerintah dan Digital Payment.
Diakhir Noegroho berharap dengan telah diserahkannya DIPA dan TKDD tahun anggaran 2022 setiap Satker bisa mempersiapkan pelaksanaan tahun anggaran 2022 dengna baik dan berkualitas sebagaimana yang diamanatkan bapak Presiden Jokowi saat penyerahan DIPA di Istana Negara.
Sementara itu Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar dalam sambutannya mengemukakan APBN tahun 2022 masih fokus pada penanganan kesehatan untuk menangani Covid khususnya vaksinasi, Perlindungan Sosial terutama bagi kelompok kurang mampu dan rentan, dan Program pemulihan ekonomi khususnya untuk mendukung UMKM.
“Tahun 2022 merupakan tahun ketiga Pandemi Covid yang dampaknya luar biasa ,APBN dan APBD sebaga instrumen yang sangat penting dalam pembangunan,” ujar Bupati.
Lanjut Bupati, Untuk itu APBN dan APBD yang responsif, tangguh dan dinamis sehingga dapat meminimalkan dampak Pandemi dengan melindungi rakyat dan ekonomi Indonesia secara optimal dan diharapkan anggaran tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas serta akuntabel untuk memulihkan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.
(AG)











